Di Bandung, Bekraf Rancang 'Kitab Suci' Pengembangan Bisnis e ...

Di Bandung, Bekraf Rancang 'Kitab Suci' Pengembangan Bisnis e ... KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicakson...

Di Bandung, Bekraf Rancang 'Kitab Suci' Pengembangan Bisnis e ...

CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono saat memberi pemaparan soal peluang bisnis e-commerce Indonesia dalam kegiatan Bandung Developer Conference 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu (25/11/2017).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono saat memberi pemaparan soal peluang bisnis e-commerce Indonesia dalam kegiatan Bandung Developer Conference 2017 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Sabtu (25/11/2017).

BANDUNG, KOMPAS.com - Indonesia terus berupaya menjadi pemeran utama dalam bisnis e-commerce. Proyeksi potensi e-commerce di Indonesia yang mencapai 130 miliar dolar AS pada tahun 2020 , menjadi pemacu bagi pelaku industri kreatif digital tanah air untuk segera menyiapkan langkah besar.

Berkaca pada peluang itu, Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf) menggelar Bekraf Developer Conference (BDC) 2017, di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (26/11/2017) kemarin.

Ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, developer aplikasi, developer games, asosiasi, komunitas, industri dan pemerintah dihadirkan.

Tujuannya, membuat 'kitab suci’ atau panduan bagi para pemangku kepentingan ekonomi kreatif digital dalam mengembangkan produknya agar mampu bertahan dalam menghadapi derasnya persaingan industri digital global.

Baca juga : Hal-hal Ini Dikaji untuk Dasar Pengenaan Pajak E-commerce

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari menyebut, potensi pengembangan e-commerce di Indonesia sangat besar. Namun sayang, saat ini Indonesia masih berstatus sebagai pasar.

"Contohnya di dunia game, Indonesia itu jadi pasar game dunia. Data 2016, kita punya 42 juta gamers. Tapi kita belum jadi produsen, produksi game kita masih kecil," ujar Hari.

Produksi aplikasi pun hingga saat ini belum menunjukan perkembangan signifikan. Padahal, pemerintah telah merumuskan cetak biru di mana bisnis digital akan jadi tulang punggung ekonomi nasional pada 2025.

"Masalah kita bukan soal kreativitas. Tapi keberlanjutan pengembangan aplikasi yang selalu jadi kendala. Kita terlalu fokus membuat untuk dijual, tanpa menelisik lebih detail soal fungsi aplikasi untuk mengurai masalah lokal. Karena masyarakat pada dasarnya ingin kemudahan. Kalau masyarakat gak tahu gunanya, mereka gak akan pakai," ucapnya.

"Jadi problem utama kita saat ini 50 persen talenta, 30 persen modal, dan sisanya regulasi," tambah Hari.

Sebab itu, lanjut Hari, kinferensi ini dilakukan untuk menyiapkan roadmap yang terukur untuk menciptakan talenta developer lokal yang konsisten dalam pengembangan aplikasi dan per mainan digital yang berkualitas dan go international.

"Pertukaran informasi dan jejaring yang terbentuk di konferensi ini diharapkan dapat membuat para pelaku dapat bergerak bersama dan menghasilkan kolaborasi yang konsisten dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.

Sementara itu, CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono menilai, besarnya potensi pasar aplikasi dan game di Indonesia sudah menjadi rahasia umum, namun porsi developer lokal yang menikmatinya masih sangat kecil.

Menurut dia, memperbesar porsi developer lokal ini menjadi menjadi salah satu misi bersama ke depan untuk pengembangan ekonomi kreatif digital.

Konsistensi dalam mengembangkan Aplikasi, Games, maupun Intellectual Property yang selama ini menjadi modal para developer, harus ditunjang dengan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait.

"Misalnya Akademisi, Industri, Komunitas, Pemerintah, maupun Media," jelasnya.

Kompas TV Presiden Jokowi seolah tidak bosan memberi kejutan. Mulai dari memberi sepeda hingga datang ke konser.

Berita Terkait

Jelang Harbolnas, China Siapkan Kereta Cepat Angkut Pesanan E-commerce

Lewat E-Commerce, Produk UMKM Jawa Tengah Terkenal Hingga Amerika

Menkominfo Sebut Jack Ma Ditunjuk agar "E-Commerce" Indonesia Mendunia

Pemerintah Diminta Lindungi "E-Commerce" dari Serangan Siber

Karena Malaysia, Jack Ma Batal Jadi Penasihat "E-commerce" Indonesia

Terkini Lainnya

Komunitas Batak Solo Tampilkan Tarian Tortor Mengayubagyo Ngunduh Mantu Putri Presiden

Komunitas Batak Solo Tampilkan Tarian Tortor Mengayubagyo Ngunduh Mantu Putri Presiden

Regional 26/11/2017, 14:08 WIB Pengacara Sebut Rizieq Shihab Akan Hadiri Reuni Akbar Alumni 212

Pengacara Sebut Rizieq Shihab Akan Hadiri Reuni Akbar Alumni 212

Nasional 26/11/2017, 14:07 WIB Cak Imin: Mayoritas Kiai Dukung Gus Ipul-Anas di Pilkada Jatim

Cak Imin: Mayoritas Kiai Dukung Gus Ipul-Anas di Pilkada Jatim

Regional 26/11/2017, 14:02 WIB Bupati Karangasem Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Letusan Gunung Agung

Bupati Karangasem Imbau Warga Tetap Tenang Hadapi Letusan Gunung Agung

Regional 26/11/2017, 13:50 WIB Dedi Mulyadi: Airlangga Bisa Jadi Ketum Baru Golkar karena Didukung Presiden

Dedi Mulyadi: Airlangga Bisa Jadi Ketum Baru Golkar karena Didukung Presiden

Regional 26/11/2017, 13:48 WIB Mirip Jokowi, Reza Jadi Rebutan Foto Bareng

Mirip Jokowi, Reza Jadi Rebutan Foto Bareng

Regional 26/11/2017, 13:40 WIB Padat Karya Menjerit hingga Ancaman PHK Besar-besaran di Karawang

Padat Karya Menjerit hingga Ancaman PHK Besar-besaran di Karawang

Regional 26/11/2017, 13:29 WIB Iran Ancam Bakal Tingkatkan Daya Jangkau Misil ke Eropa

Iran Ancam Bakal Tingkatkan Daya Jangkau Misil ke Eropa

Internasional 26/11/2017, 13:28 WIB Gerakan Muda Partai Sebut Ada Tiga Faksi di Internal Golkar

Gerakan Muda Partai Sebut Ada Tiga Faksi di Internal Golkar

Nasional 26/11/2017, 13:20 WIB Mendagri Minta Emil Dardak Mundur dari Jabatan Bupati Trenggalek

Mendagri Minta Emil Dardak Mundur dari Jabatan Bupati Trenggalek

Nasional 26/11/2017, 13:05 WIB Gunung Agung Erupsi, BPBD NTB Imbau Warga Kenakan Masker

Gunung Agung Erupsi, BPBD NTB Imbau Warga Kenakan Masker

Regional 26/11/2017, 12:59 WIB Jalan-jalan Malam di Medan, Jokowi Main B   asket sampai Santap Durian

Jalan-jalan Malam di Medan, Jokowi Main Basket sampai Santap Durian

Nasional 26/11/2017, 12:52 WIB Jika Tak Munaslub, Golkar Disebut Terancam Punah Seperti Dinosaurus

Jika Tak Munaslub, Golkar Disebut Terancam Punah Seperti Dinosaurus

Regional 26/11/2017, 12:46 WIB Usulkan Munaslub, Dedi Mulyadi Sebut Tunggu Perkembangan

Usulkan Munaslub, Dedi Mulyadi Sebut Tunggu Perkembangan

Regional 26/11/2017, 12:38 WIB Anies: Ini Ada Tim dari Kanisius, Tepuk Tangan buat Mereka...

Anies : Ini Ada Tim dari Kanisius, Tepuk Tangan buat Mereka...

Megapolitan 26/11/2017, 12:32 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Bandung
Nama

Bisnis,15,Dunia,84,Hiburan,3,Nasional,135,Olahraga,11,Pendidikan,10,Politik,7,
ltr
item
Warta 24 Indonesia: Di Bandung, Bekraf Rancang 'Kitab Suci' Pengembangan Bisnis e ...
Di Bandung, Bekraf Rancang 'Kitab Suci' Pengembangan Bisnis e ...
http://assets.kompas.com/crop/0x0:800x533/750x500/data/photo/2017/11/26/4059014277.jpg
Warta 24 Indonesia
http://www.warta24.com/2017/11/di-bandung-bekraf-rancang-kitab-suci.html
http://www.warta24.com/
http://www.warta24.com/
http://www.warta24.com/2017/11/di-bandung-bekraf-rancang-kitab-suci.html
true
4837791981029127172
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy