www.AlvinAdam.com

Warta 24 Indonesia

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On Juni 23, 2018

Gelandang Timnas Indonesia U-23 Berharap Dukungan, Bukan ...

Bola.com, Jakarta - Gelandang Timnas Indonesia U-23, Septian David Maulana, senang dengan dukungan suporter saat Garuda Muda takluk 1-2 dari Korea Selatan pada uji coba di Stadion Pakansari, Sabtu (23/6/2018). Septian berharap dukungan yang lebih besar kepada Timnas U-23, bukan nyinyiran seperti yang kerap muncul di media sosial.

  • Ditekuk Korsel, Timnas Indonesia U-23 Masih Tanpa Kemenangan
  • Persebaya Siapkan Taktik Khusus Melawan Persija Tanpa David da Silva
  • Panpel Persija Menyiapkan 5 Lokasi Nonbar Laga Kontra Persebaya dan Persib

Timnas Indonesia U-23 cukup bisa mengimbangi permainan Korsel U-23 yang merupakan juara bertahan Asian Games. Namun, Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan akhirnya menyerah dengan kekalahan tipis.

"Pertandingan ini sangat bagus. Bila dilihat dari skor memang kami kalah, tapi dari permainan kami tidak kalah," ujar Septian David setelah pertandingan.

Gelandang Mitra Kukar itu berharap semakin banyak dukungan diberikan karena menurutnya masih banyak masyarakat yang menilai negatif permainan Tim Garuda Muda.

"Satu hal yang ingin saya tekankan, kami semua di lapangan bermain dengan hati dalam pertandingan ini. Saya berharap tetap banyak dukungan untuk kami, jangan hanya nyinyiran saja," tegasnya.

"Kami ingin menjadi yang terbaik di Asian Games nanti dan kami masih punya waktu. Semoga kami benar-benar bisa memperlihatkan yang terbaik di Asian Games," lanjut gelandang Timnas Indonesia U-23 itu.

Berita video Time Out kali ini tentang pemain-pemain Timnas Indonesia U-23 yang cemerlang saat menghadapi Thailand U-23 pada dua laga uji coba di Stadion PTIK dan Pakansari.

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 23, 2018

Pantai Terpencil di Australia Penuh Sampah, Diduga dari Indonesia

Kelompok polisi hutan mengatakan pantai-pantai yang dulunya tidak terjamah telah menjadi kawasan penimbunan sampah.(Supplied: Blue Douglas) Kelompok polisi hutan mengatakan pantai-pantai yang dulunya tidak terjamah telah menjadi kawasan penimbunan sampah.

KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar didunia maya dan telah dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia menunjukan seorang penyelam berenang melalui perairan Indonesia yang penuh dengan polusi plastik. Menurut penyelam itu, skala ini belum pernah dilihat sebelumnya.

Namun, salah satu garis depan dari masalah global ini justru terjadi jauh dari sorotan, yakni d i pantai-pantai terpencil Australia yang begitu murni dan terlindungi dengan baik, bahkan beberapa di antaranya membutuhkan izin bagi orang untuk dapat menginjakkan kaki di sana.

"Itulah gambaran yang akan Anda bayangkan ketika Anda pergi ke pantai-pantai ini - mereka sangat terpencil dan benar-benar tak tersentuh," kata Luke Playford, seorang fasilitator bagi masyarakat pribumi Australia pada Korporasi Abiminar Dhimurru di negara bagian Northern Territory.

Kenyataannya, sekelompok polisi hutan justru menghabiskan waktu selama berjam-jam setiap minggunya untuk membersihkan pantai yang tak tersentuh oleh manusia, tetapi dipenuhi sampah manusia - dan upaya mereka itu masih belum cukup.

Baca juga: Miris, Para Pendaki Tinggalkan Banyak Sampah di Gunung Tertinggi Dunia

Secara historis sampah-sampah di pantai tersebut umumnya berasal dari limbah perikanan. Akan tetapi, belakangan ini semakin didominasi oleh limbah domestik, seperti sikat rambut, botol sampo dan gantungan baju.

"Salah satu yang terbesar jumlahnya adalah celana dalam - celana dalam yang dibuang, sikat gigi dan korek api, sedikit limbah medis," kata Luke Playford.

Limbah-limbah itu juga berdatangan dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan kemampuan petugas polisi hutan dalam membersihkan pantai tersebut. Mereka bertugas menjaga pantai sepanjang 70 kilometer yang dikotori oleh serpihan limbah dari laut yang berada dalam Wilayah Perlindungan Adat.

"Tahun lalu adalah tahun terbesar dalam catatan kami terkait serpihan limbah laut [yang ditemukan] di garis pantai kami. Jadi saya pikir pola ini akan terus berlanjut," katanya.

Kemungkinan berasal dari Indonesia

Dr Frederieke Kroon, seorang ilmuwan peneliti di Institut Ilmu Kelautan Australia, meyakini praktek pembuangan sampah yang buruk ditambah pergerakan air setempat telah membentuk hotspot limbah.

Dia juga menj elaskan kecurigaan masyarakat setempat bahwa sampah-sampah itu kemungkinan telah memasuki Teluk Carpentaria dari Indonesia dan dibawa ke Cape Arnhem oleh berbagai kondisi.

"Arus dan arah angin sepanjang tahun ini tentu akan berkontribusi pada serpihan limbah yang terakumulasi di pantai-pantai itu," katanya.

"Arus di teluk ini bentuknya sangat-sangat bulat - mereka berputar dan terus berputar-putar."

Tumpukan kantong sampah yang dipenuhi limbah domestik seperti sikat gigi, gantungan baju dan plastik keras. (Supplied: Blue Douglas) Tumpukan kantong sampah yang dipenuhi limbah domestik seperti sikat gigi, gantungan baju dan plastik keras.

Khawatir dengan skala dari sampah-sampah di pantai di Arnheim Land, Luke Playford mulai memotret kemasan dan negara asal dari limbah-limbah itu dan menemukan bahwa sebagian besar limbah itu berasal dari wila yah Indo-Pasifik.

Dia juga telah melihat pemodelan yang menunjukkan sampah memasuki Teluk Carpentaria berkat angin barat laut yang melakukan perjalanan dari wilayah Indonesia setiap musim hujan.

Baca juga: Ribuan Sampah plastik Ada di Titik Terdalam Lautan, Ini Artinya

"Ketika musim berganti dan kami memasuki musim kemarau, angin dari asia tenggara bertiup dan mendorong limbah itu ke pantai-pantai yang berada di sisi barat Teluk," katanya.

"Tapi saya pikir limbah-limbah itu tidak tersapu kembali oleh hujan di awal musim. Sebagian bisa jadi terkubur di bawah pasir di pantai."

"Peristiwa topan kadang-kadang bisa menyebabkan limbah itu tergali dan disapu kembali ke laut, tetapi tujuan kami adalah mencegah sampah-sampah itu sampai di pantai dan untuk mencegah hal itu terjadi."

Warga Nhulunbuy sangat te   rkejut dengan banyaknya sampah, dia menghabiskan waktu seharian untuk mengangkut sampah itu dengan mobil truknya. (Supplied: Blue Douglas) Warga Nhulunbuy sangat terkejut dengan banyaknya sampah, dia menghabiskan waktu seharian untuk mengangkut sampah itu dengan mobil truknya.

Bekas gigitan satwa laut di plastik

Dalam beberapa minggu ke depan, penyu akan berusaha mencapai pesisir Cape Arnhem untuk bertelur selama musim bersarang tahun ini.

"Bagi penyu itu, keluar dari laut dan harus melalui ranjau sampah plastik dan limbah, lalu mencoba untuk menggali melalui berbagai limbah tersebut di pasir untuk dapat meletakkan telur-telur adalah tantangan yang besar," kata Luke Playford.

Bukan hanya kura-kura yang terkena dampak

Luke Playford dan timnya juga telah melihat bekas gigitan dari kehidupan laut pada benda-benda plastik dan meyakini beberapa dari hewan laut telah memakannya dan mati.

Selain itu, kawasan pantai terpen cil di Arnheim Land itu juga memiliki nilai budaya yang signifikan bagi masyarakat Aborijin Yolngu setempat, yang menjadi faktor mengapa para polisi hutan melakukan penjagaan di kawasan itu.

"Ini di luar kemampuan kami untuk membersihkan seluruh pantai itu setiap tahun, jadi kami harus memprioritaskan di mana kami memfokuskan upaya kami," kata Luke Playford.

"Dan sudah pasti didasarkan pada pertimbangan, nilai-nilai budaya dari lansekap di kawasan ini."

Limbah-limbah ini juga mengalihkan perhatian dari tugas-tugas lain di musim sibuk ketika mereka harus berpatroli di darat dan air, melayani lokasi perkemahan, dan melakukan pembakaran pada musim kering.

Sebaliknya, tim Luke Playford secara teratur menghabiskan setengah hari bepergian ke beberapa pantai dan setengah hari membersihkan pantai itu dari sampah dari laut, sebelum mensurvei limbah yang akhirnya akan berakhir di TPA.

"Anda hanya mampu melakukan pembersihan sampai se jauh ini dan kemudian Anda harus kembali keesokan harinya atau beberapa hari kemudian untuk melanjutkan upaya pembersihan itu," katanya.

"Saya pikir kita perlu mengatasi masalah pada sumbernya dan mencoba membantu negara-negara ini dengan sistem pengelolaan limbah mereka untuk menghentikan plastik memasuki samudra sejak awal," imbuhnya.

"Itu tidak hanya terjadi di Indonesia, itu terjadi di seluruh dunia. Kami hanya mengalami masalah limbah dari sana datang ke sini," tutupnya.


Berita Terkait

Miris, Para Pendaki Tinggalkan Banyak Sampah di Gunung Tertinggi Dunia

Soal Tong Sampah Jerman, Ini Beda Pengelolaannya dengan Indonesia

Ribuan Sampah plastik Ada di Titik Terdalam Lautan, Ini Artinya

Krisis Sampah Plastik Ancam Indonesia, Seberapa Parahkah Kondisinya?

Kumpulan Sampah di Samudra Pasifik Kini Hampir Seluas Indonesia

Terkini Lainnya

Benarkah Astronom Telah Temukan Material Alam Semesta yang Hilang?

Benarkah Astronom Telah Temukan Material Alam Semesta yang Hilang?

Fenomena 23/06/2018, 21:07 WIB Pantai Terpencil di Australia Penuh Sampah, Diduga dari Indonesia

Pantai Terpencil di Australia Penuh Sampah, Diduga dari Indonesia

Fenomena 23/06/2018, 20:06 WIB Peta Udara India Terlihat Berbeda dari Antariksa, Apa Sebabnya?

Peta Udara India Terlihat Berbeda dari Antariksa, Apa Sebabnya?

Fenomena 23/06/2018, 19:07 WIB Terbukti, Konsumsi Tinggi Garam Perbesar Risiko Kematian Pengidap Hipertensi

Terbukti, Konsumsi Tinggi Garam Perbesar Risiko Kematian Pengidap Hipertensi

Kita 23/06/2018, 18:06 WIB Bisakah Dinosaurus Dikloning Seperti 'Jurassic World 2'? Ini Kata Ahli

Bisakah Dinosaurus Dikloning Seperti "Jurassic World 2"? Ini Kata Ahli

Fenomena 23/06/2018, 17:00 WIB Bukti Keberadaan Lubang Hitam Langka Ini Selesaikan Perdebatan Ahli

Bukti Keberadaan Lubang Hitam Langka Ini Selesaikan Perdebatan Ahli

Fenomena 23/06/2018, 12:05 WIB Jerman Segera Uji Coba Taksi Terbang di Kota Ingolstadt

Jerman Segera Uji Coba Taksi Terbang di Kota Ingolstadt

Fenomena 23/06/2018, 08:08 WIB Peringatan dari Fosil Kera di Kuburan Keluarga Kerajaan China

Peringatan dari Fosil Kera di Kuburan Keluarga Kerajaan China

Oh Begitu 23/06/2018, 07:06 WIB Anak    Dipisahkan dari Orangtua Bisa Alami Trauma Berkepanjangan

Anak Dipisahkan dari Orangtua Bisa Alami Trauma Berkepanjangan

Kita 22/06/2018, 21:03 WIB Einstein Terbukti Benar, Teori Relativitas Umum Bekerja di Galaksi Lain

Einstein Terbukti Benar, Teori Relativitas Umum Bekerja di Galaksi Lain

Fenomena 22/06/2018, 20:33 WIB Terkena Sinar Laser dari 'Pointer', Mata Anak Ini Terancam Buta

Terkena Sinar Laser dari "Pointer", Mata Anak Ini Terancam Buta

Kita 22/06/2018, 20:05 WIB Idap Penyakit Kul   it Langka, Bayi Ini Harus Mandi Cairan Pemutih

Idap Penyakit Kulit Langka, Bayi Ini Harus Mandi Cairan Pemutih

Fenomena 22/06/2018, 19:32 WIB Misi Pembersihan Sampah Luar Angkasa Meluncur, Begini Cara Kerjanya

Misi Pembersihan Sampah Luar Angkasa Meluncur, Begini Cara Kerjanya

Fenomena 22/06/2018, 19:02 WIB Temuan Baru: Konsumsi Kopi Dapat Lindungi Jantung

Temuan Baru: Konsumsi Kopi Dapat Lindungi Jantung

Kita 22/06/2018, 18:34 WIB Alasan Kita Menguap, dan Mengapa Menguap Itu Menular

Alasa n Kita Menguap, dan Mengapa Menguap Itu Menular

Oh Begitu 22/06/2018, 18:07 WIB Load MoreSumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 23, 2018

Wonderful Indonesia Raih Dua Penghargaan di China

Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan seb agai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Vinsensius Jemadu, yang mewakili Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan penghargaan ini merupakan prestasi yang luar biasa yang membuat Wonderful Indonesia semakin percaya diri dan kredibel di mata dunia.

"Wonderful Indonesia mendapat pengakuan sebagai brand yang kuat bahkan dari pasar utama kita. Ini semakin memudahkan langkah kita melakukan penetrasi pasar. Sekaligus semakin membuka mata dunia akan keunggulan pariwisata Indonesia," kata Vinsensius Jemadu yang akrab disapa VJ ini.

Paviliun Wonderful Indonesia dengan desain konsep Kapal Phinisi dan arsitektur tradisional Bali, Gapura Candi Bentar, telah mempesona para juri dan pengunjung yang hadir.

Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018. Arsip Kementerian Pariwisata Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018. Konsistensi Kemenpar dengan ikon Phinisi Nusantara untuk memperkuat image Indonesia sebagai negara maritim yang kaya akan potensi bahari.

“Dengan tampilan Phinisi Nusantara yang terbukti telah mendunia, paviliun Indonesia mampu menyedot pengunjung," kata VJ.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menuturkan BITE 2018 adalah momentum yang tepat untuk memperkuat penetrasi pasar Tiongkok.

"Ini semakin memperkuat positioning kita di pasar Tiongkok. Penghargaan ini juga membuktikan brand Wonderful Indonesia telah melekat erat di Tiongkok," kata Nia.

Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018. Arsip Kementerian Pariwisata Wonderful Indonesia meraih dua penghargaan sebagai Most Popular Both Awards dan Most Outstanding Both Awards pada pameran pariwisata Beijing International Travel Expo (BITE) 2018 yang dilaksanakan di China National Convention Center, Beijing pada 15-17 Juni 2018.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, penghargaan tersebut membuktika n brand Wonderful Indonesia luar biasa.

“Award ini memiliki tiga makna yang sering saya sebut sebagai 3C. Yakni menaikkan confidence sebagai bangsa, mengangkat credibility sebagai negara dan berfungsi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia itu," kata Menpar Arief.

Tahun ini promosi Wonderful Indonesia di Pasar Tiongkok sedang diintensifkan karena kemampuan spending dan arus besar outbound-nya.

Jumlah outbound wisatawan Tiongkok selalu positif dimana pada tahun 2017 mencapai 130 juta dengan spending yang tidak sedikit. Wisman China menghabiskan budget besar hingga RMB115,29 Miliar atau Rp242,109 Triliun mengacu pada data dari International Luxury Travel. (*)


Terkini Lainnya

5 Aktivitas Liburan Musim Gugur di Selandia Baru ala Instagramer @her_journeys

5 Aktivitas Liburan Musim Gugur di Selandia Baru ala Instagramer @her_journeys

Travel Story 23/06/2018, 21:00 WIB  Wonderful Indonesia Raih Dua Penghargaan di China

Wonderful Indonesia Raih Dua Penghargaan di China

News 23/06/2018, 20:00 WIB Destinasi Wisata    Sulteng Berpeluang Ditawarkan ke Turis Perancis

Destinasi Wisata Sulteng Berpeluang Ditawarkan ke Turis Perancis

Hotel Story 23/06/2018, 18:10 WIB Parade Sewu Kupat, Tradisi Penghormatan untuk Sunan Muria

Parade Sewu Kupat, Tradisi Penghormatan untuk Sunan Muria

Travel Story 23/06/2018, 15:43 WIB Panduan Transportasi Menuju Geopark Ciletuh dengan Kendaraan Umum

Panduan Transportasi Menuju Geopark Ciletuh dengan Kendaraan Umum

Travel Tips 23/06/2018, 13:00 WIB Puncak Darma, Bukit Tempat Me   mandang Indahnya Geopark Ciletuh

Puncak Darma, Bukit Tempat Memandang Indahnya Geopark Ciletuh

Travel Story 23/06/2018, 11:00 WIB Inilah Biaya Makan di Restoran Terbaik di Dunia 2018

Inilah Biaya Makan di Restoran Terbaik di Dunia 2018

Food Story 23/06/2018, 09:00 WIB Yang Baru di Gresik, Wisata Keliling Bengawan Solo Naik Perahu...

Yang Baru di Gresik, Wisata Keliling Bengawan Solo Naik Perahu...

Travel Story 23/06/2018, 07:00 WIB Tahu Tepo, Kuliner Ngawi Berkuah Asam Pedas Manis Wajib Coba

Tahu T epo, Kuliner Ngawi Berkuah Asam Pedas Manis Wajib Coba

Food Story 22/06/2018, 22:10 WIB Tiga Anjing Rumahan Ini Jadi Atraksi Wisata di Jepang

Tiga Anjing Rumahan Ini Jadi Atraksi Wisata di Jepang

News 22/06/2018, 20:00 WIB Dodol, Si Lengket yang Merekatkan Orang Betawi

Dodol, Si Lengket yang Merekatkan Orang Betawi

Food Story 22/06/2018, 18:19 WIB Asal-usul 5 Pasar Bersejarah di Jakarta

Asal-usul 5 Pasar Bersejarah di Jakarta

Travel Story 22/06/2018, 16:32 WIB Pecahkan Rekor, Kota Madiun Sajikan 16.825 Pincuk Nasi Pecel

Pecahkan Rekor, Kota Madiun Sajikan 16.825 Pincuk Nasi Pecel

News 22/06/2018, 14:23 WIB 7 Kuliner Betawi yang Sudah Langka di Tanah Kelahirannya...

7 Kuliner Betawi yang Sudah Langka di Tanah Kelahirannya...

Food Story 22/06/2018, 12:10 WIB Semakin Langka, Kuliner Betawi Kurang Diperhatikan...

Semakin Langka, Kuliner Betawi Kurang Diperhatikan...

Food Story 22/06/2018, 11:10 WIB Load MoreSumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 23, 2018

Babak Pertama, Korea Selatan Unggul atas Timnas U-23 Indonesia

Stadion Pakansari menjadi tempat laga uji coba timnas U-23 Indonesia vs timnas U-23 Korea Selatan, 23 Juni 2018. BOLASPORT.com/MUH ROBBANI Stadion Pakansari menjadi tempat laga uji coba timnas U-23 Indonesia vs timnas U-23 Korea Selatan, 23 Juni 2018.

BOGOR, KOMPAS.com - Tim nasiona U-23 Indonesia untuk sementara tertinggal 0-1 dari timnas U-23 Korea Selatan pada pertandingan babak pertama di Stadion Pakansari, Sabtu (23/6/2018).

Pada laga ini, timnas U-23 Indonesia tampil menggeb rak sejak awal laga. Beberapa peluang berhasil didapatkan oleh Septian David Maulana atau Alberto Goncalves.

Riko Simanjuntak dan Febri Hariyadi juga kerap melakukan tusukan-tusukan berbahaya lewat kedua sisi sayap.

Namun, tim tamu juga bukan tanpa peluang. Namun, kiper Muhammad Ridho, masih sanggup melindungi gawangnya.

Baca juga: 9 Negara Ini Tak Pernah Absen di Piala Dunia 20 Tahun Terakhir

Tim asuhan Luis Milla masih terus melakukan ancaman terutama lewat umpan-umpan berbahaya dari Riko Simanjuntak. Hanya, tak ada pemain yang berhasil menyambut umpan cut-back dari pemain Persija Jakarta itu.

Pada pengujung laga, tepatnya menit ke-44, tim tamu memecah kebuntuan. Bermula dari sepak pojok Kim Jung-min, Jeong Tae-wook membuat Korsel unggul 1-0 atas Indonesia.

Susunan pemain

Indonesia: 33-Muhammad Ridho; 2-I Putu Gede, 23-Hansamu Yama, 15-Ricky Fajrin, 28-Rezaldi Hehanussa; 1 2-Nelson Alom, 8- Muhammad Hargianto, 29-Septian David Maulana; 20-Riko Simanjuntak, 13-Febri Hariyadi, 9-Alberto Goncalves

Pelatih: Luis Milla

Korsel: 21-Kang Hyeonmu; 2-Kim Geonung, 3-Jeong Taewook, 6-Lee Siyoung, 19-Kim Jinya, 25-Hwang Hyunsoo; 8-Lee Jinhyun, 9-Kim Hyenug, 22-Lee Donggyeong; 24-Kim Jungmin, 18-Lee Keun Ho

Pelatih: Kim Hak-bum


Berita Terkait

Persija Jakarta Takluk 1-3 dari Timnas U-23 Korea Selatan

Terkini Lainnya

Menangkan Belgia, Hazard-Lukaku Bikin Tunisia Tersisih

Menangkan Belgia, Hazard-Lukaku Bikin Tunisia Tersisih

Internasional 23/06/2018, 21:04 WIB Harga Tiket Pertandingan Piala Dunia 2018, Termahal Mencapai Rp 14,7 Juta

Harga Tiket Pertandingan Piala Dunia 2018, Termahal Mencapai Rp 14,7 Juta

Internasional 23/06/2018, 20:26 WIB Timnas U-23 Kalah Dramatis dari Korea Selatan karena Gol Menit Akhir

Timnas U-23 Kalah Dramatis dari Korea Selatan karena Gol Menit Akhir

Liga Indonesia 23/06/2018, 20:13 WIB Babak Pertama, Lukaku-Hazard Bawa Belgia Unggul atas Tunisia

Babak Pertama, Lukaku-Hazard Bawa Belgia Unggul atas Tunisia

Internasional 23/06/2018, 19:50 WIB Latihan Jenaka ala Timnas Inggris

Latihan Jenaka ala Timnas Inggris

Internasional 23/06/2018, 19:19 WIB Babak Pertama, Korea Selatan Unggul atas Timnas U-23 Indonesia

Babak Pertama, Korea Selatan Unggul atas Timnas U-23 Indonesia

Liga Indonesia 23/06/2018, 19:08 WIB Piala    Dunia 2018, Susunan Pemain Belgia Vs Tunisia

Piala Dunia 2018, Susunan Pemain Belgia Vs Tunisia

Liga Indonesia 23/06/2018, 18:08 WIB Stadion St Petersburg, Bangunan 1.000 Anak Tangga

Stadion St Petersburg, Bangunan 1.000 Anak Tangga

Internasional 23/06/2018, 17:17 WIB Start dari Pos Ke-12, Sean Gelael Tetap Yakin Raih Poin di GP Perancis

Start dari Pos Ke-12, Sean Gelael Tetap Yakin Raih Poin di GP Perancis

Olahraga 23/06/2018, 16:32 WIB Pernyataan Ambigu Jorge Lorenzo Setelah Pindah ke Honda

Pernyat aan Ambigu Jorge Lorenzo Setelah Pindah ke Honda

Olahraga 23/06/2018, 15:41 WIB Kepolisian Rusia Gunakan Truk Sampah Untuk Pengamanan Piala Dunia

Kepolisian Rusia Gunakan Truk Sampah Untuk Pengamanan Piala Dunia

Internasional 23/06/2018, 15:15 WIB Argentina Puasa Gelar Juara, Lionel Messi Pantas Disalahkan

Argentina Puasa Gelar Juara, Lionel Messi Pantas Disalahkan

Internasional 23/06/2018, 14:56 WIB Penyerang Nigeria Targetkan Cetak 2 Gol ke Gawang Argentina

Penyerang Nigeria Targetkan Cetak 2 Gol ke Gawang Argen tina

Internasional 23/06/2018, 14:12 WIB Selebrasi Berbau Politis, Shaqiri dan Xhaka Terancam Sanksi

Selebrasi Berbau Politis, Shaqiri dan Xhaka Terancam Sanksi

Internasional 23/06/2018, 13:38 WIB Ekpektasi Tinggi Publik Brasil untuk Lihat Selecao Juara Piala Dunia

Ekpektasi Tinggi Publik Brasil untuk Lihat Selecao Juara Piala Dunia

Internasional 23/06/2018, 12:12 WIB Load MoreSumber: Google News Network: Liputan 24 In donesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia