www.AlvinAdam.com

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On Juni 19, 2018

5 Kampung Adat di Berbagai Daerah di Indonesia yang Nilai ...

5 Kampung Adat di Berbagai Daerah di Indonesia yang Nilai Budayanya tak Luntur Meski Digerus Zaman

Keindahan dan keunikan adat istiadat Indonesia juga menjadi daya tarik wisata. Ini dibuktikan dengan adanya berbagai desa wisata di berbagai daerah.

5 Kampung Adat di Berbagai Daerah di Indonesia yang Nilai Budayanya tak Luntur Meski Digerus ZamanTribunnews/Valdy AriefSetu Babakan, desa adat Betawi di Jakarta

TribunTravel.com, Rizki A Tiara

TRIBUNNEWS.COM - Pesona keindahan Nusantara tersebar di berbagai aspek.

Satu di antaranya terletak pada adat istiadat yang masih dipegang teguh oleh masyarak at Indonesia.

Keindahan dan keunikan adat istiadat ini juga menjadi daya tarik wisata.

BACA: 10 Tips Mudah yang Bikin Solo Traveling-mu Tetap Seru dan Lebih Mudah Dari yang Kamu Pikirkan

Hal ini dibuktikan dengan adanya berbagai desa wisata di berbagai daerah di Indonesia.

Apalagi dengan perkembangan zaman yang semakin menggerus nilai-nilai budaya hingga luntur, desa adat menjadi satu benteng pertahanan untuk menjaga kelestarian budaya.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum enam kampung atau desa adat di berbagai daerah di Indonesia, yang juga menjadi jujukan wisatawan domestik maupun mancanegara.

BACA SELENGKAPNYA>>>

Editor: Natalia Bulan Retno Palupi Sumber: TribunTravel.com Ikuti kami di Jasad Wanita Ditemukan di Perut Ular, Begini Cara Sanca Telan Utuh Tubuh Manusia Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 19, 2018

Posisi Indonesia di Atas Australia Sebagai Negara Teraman Dunia

ABC World Posisi Indonesia di Atas Australia Sebagai Negara Teraman Dunia

Sebuah lembaga survei global, Gallup melakukan survei untuk mengukur kepercayaan warga terhadap pihak keamanan dan penegak hukum di…

Sebuah lembaga survei global, Gallup melakukan survei untuk mengukur kepercayaan warga terhadap pihak keamanan dan penegak hukum di sejumlah negara.

Dalam laporan Gallup's Law and Order Report 2018 diketahui warga Indonesia secara umum merasa aman tinggal di negaranya dan percaya dengan kekuatan polisi serta penegak hukum.

Indonesia berada di posisi ke-9 dengan skor indek 89, hanya terkait satu poin dengan negara Swiss dan Kanada yang berada d i posisi 7 dan 8.

Singapura menjadi negara paling aman menurut warganya dengan berada di peringkat pertama dengan skor 97.

Norwegia, Islandia, Finlandia masing-masing berada di peringkat 2, 3, dan 4.

Sementara Australia berada di peringkat lima puluh besar dengan skor 82 dan berbagi tempat dengan sejumlah negara lain, seperti Israel, Bangladesh, Filipina, Korea Selatan, dan Iran.

Lembaga Gallup mengatakan melihat adanya hubungan kuat antara jawaban responden soal keamanan dari pengalaman sendiri dengan upaya penegakan hukum.

Hubungan ini menggambarkan bagaimana tingkat kejahatan yang tinggi dapat mengancam persatuan dan berdampak buruk pada perekonomian negara.

Lima di kawasan Amerika Latin dan empat negara lain di sub-Sahara Afrika masih menunjukkan rasa tidak nyaman bagi warga untuk berjalan kaki sendirian di malam hari.

Hasil pemeringkatan ini dilakukan di 142 negara dengan wawancara lewat telepon kepada 1.000 warga di masing-masing neg ara yang berusia di atas 15 tahun.

Apakah Anda merasa aman tinggal di Indonesia? Bergabunglah bersama komunitas ABC Indonesia untuk membahasnya di halaman Facebook kami:Facebook.com/ABCIndonesia

Law and order Law and order Law and order 3 Law and order Sumber: ABC Radio Australia Ikuti kami di Jasad Wanita Ditemukan di Perut Ular, Begini Cara Sanca Telan Utuh Tubuh Manusia Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 19, 2018

Cerita Kostum Mahal Persebaya Layaknya Klub Elite Eropa

Bola.com, Surabaya - Musim ini, Persebaya Surabaya masih mencatatkan rekor sebagai klub yang menjual jersey termahal di Indonesia. Klub berjulukan Bajul Ijo itu membanderol sepotong kostum autentic mereka dengan harga Rp 750 ribu.

Harga itu terbilang mahal untuk sebuah jersey klub sepak bola Indonesia. Sebagai perbandingan, beberapa klub dengan jumlah suporter cukup banyak seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC, dan Bali United menjual jersey mereka tidak sampai Rp 500 ribu

Keempat klub tersebu di atas menjual seragam tim dengan harga yang berbeda. Mulai dari Persija yang mematok Rp 450 ribu, lalu Persib memasang harga Rp 400 ribu, Arema menjualnya Rp 375 ribu, dan Bali United melepas dengan harga Rp 350.

  • Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-23 untuk Hadapi Korea Selatan
  • Termasuk Nelson Alom, 3 Pemain Persebaya Dipanggil ke Timnas Indonesia U-23
  • Dipanggil ke Timnas Indonesia U-23, Ini Ungkapan Hati Stefano Lilipaly

Banderol yang dipatok beda-beda tipis dengan harga kostum klub-klub Eropa yang diproduksi brand-brand raksasa macam Adidas atau Nike, yang harga kisaran 1 hingga 1,3 juta rupiah.

Harga selangit yang dipasang oleh Tim Bajul Ijo ini sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan Bonek, suporter Persebaya. Mereka merasa manajemen klub seolah memanfaatkan fanatisme suporter untuk mengeruk keuntungan besar.

Mendengar hal ini, Manajer Persebaya, Chairul Basalamah pun berkomentar. Kepada Bola.com, ia menjelaskan beberapa hal yang menjadi pertimbangan pihaknya untuk memasang harga yang cukup tinggi.

“Sebenarnya yang punya pertimbangan adalah Persebaya Store. Tapi, ada beberapa alasan logis tentu saja. Jersey yang kami jual ini tidak bekerja sama dengan apparel mana pun. Kami membuat sendiri di pabrik sehingga bisa menentukan harga sendiri,† ungkap pria yang karib disapa Abud itu.

Jika didasarkan pada faktor itu saja, tentu alasan yang dijabarkan oleh Abud kurang tepat. Sebab, cara yang sama juga dilakukan oleh Bali United dengan memproduksi sendiri jersey tim mereka.

Bali United nyatanya tidak membanderol harga sebesar yang dilakukan oleh Persebaya. Malah, klub berjulukan Serdadu Tridatu itu justru menjualnya tidak sampai separo harga jersey Persebaya.

Sebagai perbandingan, musim lalu klub yang berdiri pada 1927 itu mampu menjual lebih dari 5000 potong lebih versi authentic. Itu angka yang cukup besar untuk jersey dengan harga tinggi.

Namun, ada hal lain yang menurut Abdu perlu diunggulkan dengan jersey Persebaya musim 2018. Teknologi terbaru yang terdapat pada jersey membuat pihaknya tidak merasa harga musim lalu pantas untuk dipertahankan.

“Jersey kami lebih ringan sehingga membuat nyaman pemain. Kalau suporter mau membeli yang authentic tentu saja akan merasakannya. Jerse y kami memang paling mahal di Indonesia, tapi kami berani mengkaim bahwa ini merupakan kostum paling canggih yang dibuat di Indonesia dengan tekstur dan teknologi buatan Indonesia,” imbuh pria 38 tahun itu.

Selain tipe authentic, Persebaya sebenarnya menjual dua kelas lainnya dengan harga yang lebih murah. Keduanya adalah replika (Rp 350 ribu) dan suporter (Rp 165 ribu).

Selain itu, di masing-masing kelas terdapat beberapa tipe seperti teens dan kids. Ditambah lagi, harga jersey juga memiliki perbedaan pada versi home, away, dan third.

“Sebenarnya memang tidak pernah ada harga jersey Persebaya Surabaya semahal itu. Tapi, kami menambahkan teknologi terbaru meski bahannya masih sama. Kami berpikir kalau terlalu tinggi tidak baik dan harga Rp 750 ribu saya rasa bisa diterima,” ujar Abud.

1 dari 3 halaman

Rawan Pembajakan

Jersey Persebaya Surabaya
Persebaya membuat beberapa versi jersey original buat suporter. Harganya bervariasi. (Bola.com/Aditya Wany)

Tingginya harga yang dipatok oleh Persebaya dalam menjual jersey ini memiliki satu dampak negatif. Saat ini, semakin banyak pembajakan terhadap jersey tersebut sehingga bisa dijual dengan harga yang jauh lebih murah murah.

Berbagai seragam klub palsu atau KW dengan kualitas rendah sudah tersebar di beberapa pasar tradisional di Surabaya. Bahkan, di beberapa daerah di Jawa Timur pembeli juga bisa dengan mudah mendapatkannya.

Abud menyebutkan bahwa pihaknya pernah memergoki salah satu produsen pembajak jersey sepak bola Indonesia di Bandung. Produsen itulah yang mendistribusi jersey KW Tim Bajul Ijo di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu titik penjualan jersey KW ini adalah para pedagang kaki lima di sekitar Stadion Gelora 10 November, Surabaya. Di tempat itu, berbagai jenis dan bahan jersey The Green Force dijual dengan harga mulai Rp 35 ribu.

“Pembajak kostum Persebaya itu kelasnya sudah kakap. Berbagai macam jersey, sampai yang lawas pun juga diproduksi ulang oleh mereka. Bisnis ini memang sangat menggiurkan target pasar mereka dari kelas bawah,” ucap pria kelahiran Surabaya itu.

Menurut Abud, ada beberapa kemiripan jersey KW ini dengan jersey original produksi Persebaya sendiri. Namun, kemiripan itu hanya sampai untuk jersey dengan kelas replica, bukan authentic.

Pihaknya juga tidak membuat sikap dengan melaporkan para pembajak tersebut dengan hanya memberi peringatan saja. Meski begitu, bukan tidak mungkin kegiatan pembajakan itu masih terus berlanjut.

“Produsen jersey KW itu memang mendapat keuntungan dengan jumlah yang sangat besar. Tapi, kami tidak melakukan proses hukum misalnya, karena kami pikir berbagi rezeki saja dengan mereka,” imbuh Abud.

2 dari 3 halaman

Sindiran buat Persebaya Store

Ferinando Pahabol
Gelandang Persebaya Surabaya, Ferinando Pahabol, tegang saat adu penalti melawan PSMS Medan pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, (3/2/2018). PSMS menang adu penalti 4-3 atas Persebaya. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Persebaya memiliki cara yang cukup lazim dilakukan oleh sebuah klub sepak bola dalam memasarkan berbagai produknya. Sejak kembali diakui oleh PSSI pada musim lalu, mereka mendirikan sebuah toko yang menjual merchandise klub yang diberi nama Persebaya Store.

Para pembeli bisa melakukan pembelian berbagai barang yang dijual di toko tersebut dan juga via online di situs web atau beberapa akun sosial media Persebaya Store. Selain jersey, terdapat pula beberapa produk seperti kaus, syal, topi, jaket, tas, stiker, dan berbagai macam lainnya.

Sampai sejauh ini, terdapat dua toko induk yang terdapat di Surabaya Town Square dan kawasan Semolowaru.

Selain itu, terdapat pula delapan cabang Persebaya Store yang tersebar di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

Lagi-lagi, harga yang ditawarkan oleh Persebaya Store lebih mahal dibanding dengan beberapa toko lain yang juga menjual jenis barang serupa.

Hal ini pun membuat Bonek kerap menjadikan Persebaya Store sebagai topik kritikan saat Persebaya dengan terpuruk.

Seperti yang terjadi pada awal Juni lalu, saat Persebaya tumbang 0-1 dari PSM Makassar (9/6/2018). Hasil itu membuat klub dengan warna kebesaran hijau tersebut berada di zona degradasi menghuni peringkat 16 klasemen sementara.

Banyak Bonek yang melampiaskan kekesalan dengan menyindir manajemen Persebaya terlalu banyak membuka store, alih-alih mengangkat performa tim. Mengenai hal ini, Abud pun memiliki penilaian sendiri.

“Saya mendengar ribut-ribut sindirin Persebaya Store itu sudah lama. Saya ingin mengingatkan bahwa Persebaya Store ini juga menghidupi keuangan klub secara sehat. Ini adalah cara kami,” kata Abud.

Selain lewat store resmi, sponsor juga menjadi pihak yang sangat diandalkan klub untuk menjadi pemasukan setiap musimnya. Dari situlah pihaknya bisa menjalankan program tim setiap musim.

“Persebaya adalah klub profesional dengan keuangan dari sponsor dan pendapatan dari merchandise. Selama ini, kami tidak mendapat dana dari pihak pemerintah, bahkan sewa stadion juga lebih mahal. Harus diakui bahwa store sangat penting untuk klub,” tutur sang manajer.

Bagaimana pun programnya, Abud menjelaskan bahwa sebuah klub profesional akan bekerja sesuai dengan porsi masing-masing. Dirinya sebagai manajer tim akan lebih banyak bekerja dengan para pemain dibandingkan Persebaya Store yang diurus oleh individu yang berbeda.

Tepat hari ini, 18 Juni 2018, Persebaya merayakan Hari Jadi yang ke-91. Ini seharusnya juga bisa menjadi momen bagi Rendi Irwan dkk. untu k bangkit dari keterpurukan.

Swiss Tahan Imbang Brasil

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

thumbnail

Posted by On Juni 19, 2018

Ini Tiga Masukan Indonesia dalam KTT PBB untuk Perdamaian Dunia

Ini Tiga Masukan Indonesia dalam KTT PBB untuk Perdamaian Dunia Reporter:

Tempo.co

Editor:

Maria Rita Hasugian

Selasa, 19 Juni 2018 11:18 WIB
Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Finlandia, Timo Soini, dalam pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) di Helsiniki, Finlandia, 18 Juni 2018.(Tempo/Dok. Kemenlu RI]

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Finlandia, Timo Soini, dalam pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) di He lsiniki, Finlandia, 18 Juni 2018.(Tempo/Dok. Kemenlu RI]

TEMPO.CO, Jakarta - Menlu RI, Retno LP Marsudi dan Menlu Finlandia, Timo Soini, menjadi co-host Pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) PBB, di Helsinki 18 Juni 2018. Sekjen PBB, Antonio Guterres, dan anggota HLAB-M yang hadir dalam acara tersebut.

Dalam pernyataan pembukaan, Menlu Retno menyampaikan tiga masukan bagi Sekjen dan HLAB-M terkait mediasi, upaya mencegah konflik dan menciptakan perdamaian. Pertama, pentingnya meningkatkan komunikasi dengan pemimpin masyarakat atau pemimpin agama untuk menjaga "value of tolerance".

Baca: Indonesia Terpilih Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan bahwa baru-baru ini, Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Trilateral Ulama Indonesia - Afghanistan - Pakistan, di Bogor pada Mei 2018. Pertemuan Ulama ini menghasilkan komitmen yg positif yg diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perdamaian di Afghanistan.

Kedua, pentingnya mengubah "culture of reaction" menjadi "culture of prevention". Dalam kaitan ini, Menlu Retno menyampaikan dukungan kepada inisiatif Sekjen PBB untuk menjadikan "conflict prevention" sebagai salah satu prioritas PBB. Ketiga, pentingnya menyebarluaskan "habit of dialogue", penghormatan terhadap hukum internasional, kerjasama dengan organisasi regional untuk mencegah konflik.

Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi dan Menteri Luar Negeri Finlandia, Timo Soini, dalam pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) di Helsiniki, Finlandia, 18 Juni 2018.(Tempo/Dok. Kemenlu RI]

Ketiga hal tersebut sejalan dengan prioritas Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, yang masa kerjanya akan dimulai 1 Januari 2019 dan berakhir pada 31 Desember 2020.

Menanggapi apa yg disampaikan oleh Sekjen PBB mengenai peran perempuan dalam perdamaian, Menlu RI menyampaikan pentingnya pemberdayaan perempuan termasuk dalam pemberantasan terorisme. Peran perempuan dinilai juga sangat penting artinya upaya menciptakan perdamaian.

Baca: Jadi Anggota Tidak Tetap PBB, Indonesia Perjuangkan Palestina

pertemuan High Level Advisory Board on Mediation (HLAB-M) di Helsiniki, Finlandia, 18 Juni 2018.(Tempo/Dok. Kemenlu RI]


HLAB-M dibentuk oleh Sekjen PBB pada 13 September 2017, beranggotan 18 tokoh, baik mantan Presiden, mantan Menlu dan tokoh penting lainnya. Salah satu anggota HLAB-M adalah mantan Menlu RI, Marty Natalegawa. Tujuan pembentukan HLAB-M adalah memberikan dukungan bagi Sekjen PBB dalam meningkatkan mediasi dalam agenda PBB.

Isu mediasi dan conflict prevention bukan merupakan isu baru dalam politik luar negeri In donesia. Sekjen PBB secara khusus menyampaikan penghargaan terhadap peran aktif Indonesia dalam isu Rakhine State.

Lihat Juga


Terkait
  • Perang Dagang Amerika dan Cina Berlanjut, Dampak ke Indonesia?

    Perang Dagang Amerika dan Cina Berlanjut, Dampak ke Indonesia?

    10 jam lalu
  • PBB Sahkan Resolusi Perlindungan Warga S   ipil Palestina

    PBB Sahkan Resolusi Perlindungan Warga Sipil Palestina

    5 hari lalu
  • Jokowi: Perjuangan Menjadi Anggota DK PBB Panjang dan Lama

    Jokowi: Perjuangan Menjadi Anggota DK PBB Panjang dan Lama

    7 hari lalu
  • Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB, JK: Sangat Strategis

    Indonesia Jadi Anggota Dewan Keamanan PBB, JK: Sangat Strategis

    8 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Lembaga HAM Desak Prancis - Inggris Tuntut Junta Militer Thailand

    Lembaga HAM Desak Prancis - Inggris Tuntut Junta Militer Thailand

    1 jam lalu
  • Sosok Nazrin, CEO Startup Malaysia Yang Tewas Akibat Ledakan HP

    Sosok Nazrin, CEO Startup Malaysia Yang Tewas Akibat Ledakan HP

    3 jam lalu
  • Ini Tiga Masukan Indonesia dalam KTT PBB untuk Perdamaian Dunia

    Ini Tiga Masukan Indonesia dalam KTT PBB untuk Perdamaian Dunia

    8 jam lalu
  • Dua Korea Sepakat Bersatu di Asian Games Jakarta 2018

    Dua Korea Sepakat Bersatu di Asian Games Jakarta 2018

    9 jam lalu
  • Foto
  • Kondisi Anak-anak Imigran Meksiko yang Terpisah dari Orang Tua

    Kondisi Anak-anak Imigran Meksiko yang Terpisah dari Orang Tua

    10 jam lalu
  • Mengunjungi Balkannabis Expo, Pameran Ganja di Yunani

    Mengunjungi Balkannabis Expo, Pameran Ganja di Yunani

    1 hari lalu
  • Osaka Jepang Diguncang Gempa Bumi Besar Berkekuatan 6 SR

    Osaka Jepang Diguncang Gempa Bumi Besar Berkekuatan 6 SR

    1 hari lalu
  • Ivan Duque Terpilih Jadi Presiden Kolombia

    Ivan Duque Terpilih Jadi Presiden Kolombia

    1 hari lalu
  • Video
  • Makedonia Resmi Berganti Nama

    Makedonia Resmi Berganti Nama

    1 hari lalu
  • Maritim Spanyol Selamatkan 159 Imigran Ilegal

    Maritim Spanyol Selamatkan 159 Imigran Ilegal

    2 hari lalu
  • Letusan Gunung Fuego, Guatemala Alami Kerugian Besar

    Letusan Gunung Fuego, Guatemala Alami Kerugian Besar

    2 hari lalu
  • Warga Palestina Salat Idul Fitri di Perbatasan Gaza-Israel

    Warga Palestina Salat Idul Fitri di Perba tasan Gaza-Israel

    3 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Tiga Jamaah Umrah Meninggal dalam Kecelakaan Maut

  • 2

    Promosi Berlebihan, Restoran Hot Pot di Cina Bangkrut

  • 3

    Sosok Nazrin, CEO Startup Malaysia yang Tewas Akibat Ledakan HP

  • 4

    Jasad di Cina Terlarang Dibawa lewat Lift, kenapa?

  • 5

    Jenderal UEA Dikabarkan Tewas dalam Pertempuran di Hodeidah

  • Fokus
  • Perang Dagang Amerika dan Cina Berlanjut, Dampak ke Indonesia?

    Perang Dagang Amerika dan Cina Berlanjut, Dampak ke Indonesia?

  • Kontroversi M. Iriawan Jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat

    Kontroversi M. Iriawan Jadi Penjabat Gubernur Jawa Barat

  • Harapan Perdamaian dari Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

    Harapan Perdamaian dari Pertemuan Trump dan Kim Jong Un

  • 5 Kemiripan OTT Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung oleh KPK

    5 Kemiripan OTT Wali Kota Blitar dan Bupati Tulungagung oleh KPK

  • Terkini
  • Koalisi Arab Kuasai Bandara Hodeidah dari Milisi Houthi

    Koalisi Arab Kuasai Bandara Hodeidah dari Milisi Houthi

    1 jam lalu
  • Kim Jong Un Berkunjung ke Cina Setelah Temui Trump

    Kim Jong Un Berkunjung ke Cina Setelah Temui Trump

    1 jam lalu
  • Trump Bela Kebijakan Pemisahan Imigran Ilegal dengan Anak Mereka

    Trump Bela Kebijakan Pemisahan Imigran Ilegal dengan Anak Mereka

    1 jam lalu
  • Jenderal UEA Dikabarkan Tewas dalam Pertempuran di Hodeidah

    Jenderal UEA Dikabarkan Tewas dalam Pertempuran di Hodeidah

    2 jam lalu
  • Ultimatum UEA: Houthi Harus Mundur dari Hodeidah Tanpa Syarat

    Ultimatum UEA: Houthi Harus Mundur dari Hodeidah Tanpa Syarat

    2 jam lalu
  • Tiga WNI Korban Kecelakaan Dimakamkan di Masjidil Haram

    Tiga WNI Korban Kecelakaan Dimakamkan di Masjidil Haram

    3 jam lalu
  • Sosok Nazrin, CEO Startup Malaysia yang Tewas Akibat Ledakan HP

    Sosok Nazrin, CEO Startup Malaysia yang Tewas Akibat Ledakan HP

    4 jam lalu
  • Koalisi Arab Serbu Bandara Hodeidah, 26 Ribu Warga Melarikan Diri

    Koalisi Arab Serbu Bandara Hodeidah, 26 Ribu Warga Melarikan Diri

    4 jam lalu
  • Jelang Pemilu Kamboja, Hun Sen Janjikan Uang Jika Rakyat Coblos

    Jelang Pemilu Kamboja, Hun Sen Janjikan Uang Jika Rakyat Coblos

    5 jam lalu
  • < img src="https://statik.tempo.co/data/2018/01/26/id_679676/679676_400.jpg" alt="Lembaga HAM Desak Prancis - Inggris Tuntut Junta Militer Thailand"/>

    Lembaga HAM Desak Prancis - Inggris Tuntut Junta Militer Thailand

    5 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Timnas dengan Trofi Piala Dunia Terbanyak

    Merebut gelar juara di Piala Dunia bukan hal yang mudah. Dalam kompetisi empat tahunan itu, tim nasional dari berbagai negara harus bersaing ketat.

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    thumbnail

    Posted by On Juni 19, 2018

    Septian David Maulana, Spesialis Pemecah Kebuntuan di Timnas ...

    Bola.com, Jakarta - Nama Septian David Maulana mulai mencuat ke permukaan saat membela Timnas Indonesia U-19 besutan Indra Sjafri beberapa tahun silam. Ia jadi bagian dari Tim Garuda Jaya yang memenangi gelar Piala AFF U-19 2013.

    Saat memperkuat Timnas U-19 David lebih sering jadi pemain serep. Walau begitu sinar kebintangan pemain 2 September 1996 tak meredup. Sebaliknya lepas dari Timnas U-19 pesepak bola belia asal Semarang tersebut kariernya kian berkembang.

    Di usianya yang belum menginjak 20 tahun ia dapat kesempatan membela Timnas Indonesia U-23 di pentas SEA Games 2015. Karier profesionalnya juga kinclong.

    Di Mitra Kukar, Septian David Maulana, jadi pelanggan posisi inti. Hal yang tak didapat kebanyakan rekan-rekannya eks Timnas Indonesia U-19.

    Kedatangan pelatih asal Spanyol, Luis Milla, berdampak besar pada perkembangan pemain binaan SSB Bhaladika. David yang mengawali karier sebagai seorang gelandang sayap, performanya kian mengilap di tangan Milla.

    • Dellie Threesyadinda, Berburu Keajaiban di Asian Games 2018
    • Eko Yuli Irawan, Padang Rumput, dan 100 Meter Menuju Mimpi
    • Maria Londa, Sambut Asian Games 2018 dengan Semangat Baru

    Ia bermain di posisi baru sebagai gelandang serang. Posisi yang di Timnas Indonesia U-19 selalu ditempati, Evan Dimas, rising star seangkatan David yang kariernya juga berkilau hingga saat ini.

    Di pentas SEA Games 2017, David menjelma menjadi pemain tajam di posisi barunya. Ia jadi top scorer Timnas Indonesia U-22.

    Tim Merah-Putih tampil memesona di Asian Games 2017, sayangnya Septian David Maulana dkk. gagal mempersembahkan medali emas. Timnas U-22 pulang ke Tanah Air dengan kepingan medali perunggu.

    Luis Milla yang masih dipercaya sebagai nakhoda Timnas Indonesia U-23 plus (ditambah 3 pemain senior) yang aka n berlaga di Asian Games 2018 pun tak pernah berpaling dari sosok David.

    Dalam kondisi fit, David yang sukses jadi Pemain terbaik Piala Pelajar Asia U-18 2013 jadi pilihan inti. Walau bermain bukan sebagai striker, David tetap konsisten sebagai pemain andalan dalam menjebol gawang lawan.

    David menjadi berkah bagi Luis Milla, yang dua bulan jelang perhelatan Asian Games 2018 masih kesulitan menemukan figur predator haus gol. Produktivitas David di Timnas U-23 mengalahkan pemain-pemain senior macam Lerby Eliandry, Boaz Solossa, atau Ilija Spasojevic, yang sempat dicobai kemampuannya oleh Milla.

    Terakhir Septian menyumbang sebiji gol saat Timnas Indonesia U-23 beruji coba melawan Thailand di Stadion PTIK, Jakarta, pada bulan Mei silam.

    Beberapa waktu lalu Septian David Maulana sempat mampir ke Kantor Redaksi Bola.com. Kami sempat berbincang banyak hal dengannya. Berikut petikannya:

    1 dari 4 halaman

    Luis Milla dan Ambisi A sian Games

    Latihan Timnas Indonesia
    Pemain Timnas Indonesia, Septian David Maulana, usai latihan di Lapangan ABC Senayan, Jakarta, Jumat (1//6/2018). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga melawan Thailand. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

    Bagaimana kamu melihat sosok Luis Milla?

    Coach Milla pelatih yang permainan saya banyak berkembang. Ia mengajarkan saya untuk berani bermain di posisi baru. Tanpa mengurangi rasa respeks pada pelatih lain, metode melatihnya berbeda dengan pelatih yang pernah menangani saya sebelumnya. Amat modern dan bervariasi.

    Coach Milla juga pelatih yang pintar mengambil hati pemain. Ia mengerti persoalan yang dihadapi pemain muda. Saya tidak heran jika ia bisa sukses mengantarkan Spanyol juara Piala Eropa U-21 edisi tahun 2011. Sejumlah pesepak bola kelas dunia di Spanyol hasil binaannya. K ami para pemain belia di Timnas Indonesia U-23 bisa dikatakan beruntung merasakan tangan dinginnya.

    Bagaimana kamu melihat peluang Timnas Indonesia U-23 di Asian Games 2018 nanti?

    Persaingannya jelas lebih keras dibanding Asian Games 2017 lalu, karena kami bersaing tidak hanya dengan sesama negara Asia Tenggara, tapi seluruh kawasan Asia. Akan tetapi saya punya keyakinan kami bisa berbicara banyak.

    Atmosfer timnas saat ini amat positif. Kami telah melakukan persiapan sejak jauh-jauh hari. Mayoritas anggota tim telah kompak luar dan dalam. Di setiap sesi pelatnas kami fokus memperbaiki kekurangan dan mencoba hal-hal baru. Menjadi tuan rumah Asian Games menjadi sebuah keuntungan. Kami akan mendapat dukungan berlimpah dari suporter. Semoga kami bisa sukses di ajang ini.

    Bagaimana dengan suasana internal Timnas Indonesia U-23, terutama hubungan antarpemain muda?

    Kami kompak. Karena sudah lama kumpul bareng, tentu tidak kaku lagi. Banyak canda di antara kami. Di Timnas U-23 banyak pemain jahil dan doyan melucu. Maklum, usia kami muda dan sepantaran, selalu ada hal-hal kecil yang menjadi menarik ketika berkumpul bersama. Saya menikmati momen-momen itu.

    2 dari 4 halaman

    Perubahan Posisi Main

    Septian David Maulana
    Gelandang Timnas Indonesia, Septian David Maulana, berusaha menghadang pemain Thailand saat pertandingan persahabatan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu, (03/6/2018). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

    Bagaimana proses adaptasi kamu saat berubah posisi bermain, dari winger menjadi gelandang serang?

    Saya pribadi sejatinya pemain yang siap bermain di tiap posisi yang ditetapkan pelatih. Jadi pemain sayap, monggo. Demikian pula sebagai gelandang serang. Pelatih yang paling tahu potensi terbaik pemain binaannya.

    Saya pribadi senang pada dasarnya ditempatkan sebagai gelandang serang, karena punya naluri kuat dari sisi ofensif. Tak ada kesulitan berarti saat harus bertukar posisi.

    Pernah membayangkan kalau kamu jadi andalan dalam menjebol gawang lawan di saat para penyerang mandul gol?

    Buat saya kepentingan tim adalah segalanya. Gol-gol yang saya buat tercipta karena bantuan rekan-rekan setim.

    Sebelum pentas Asian Games 2017 tak banyak orang mengenal kamu, setelah itu popularitasmu melesat. Perasaan kamu seperti apa?

    Sekarang banyak orang minta foto bareng. Dulu tidak seperti itu. Awalnya bingung, tapi lama-lama biasa saja. Suporter yang membesarkan saya, sudah semestinya saya bersikap ramah kepada mereka.

    3 dari 4 halaman

    Egy Maulana Vikri dan Kesempatan ke Luar Negeri

    Septian David Maulana
    Pemain Timnas Indonesia, Septian David Maulana saat mengikuti sesi foto di Gedung Bola.com, Jakarta, Jumat (16/3/2018). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

    Rekan seangkatan Evan Dimas dan Ilham Udin Arymain bermain di luar negeri, tepatnya Malaysia. Kabarnya kamu juga sempat ditawari bermain di kompetisi negara tetangga, benarkah hal itu?

    Ya benar. Saya sempat bernegosiasi dengan salah satu klub Malaysia. Bahkan hampir jadi. Tapi belakangan saya akhirnya memutuskan tetap bermain di Mitra Kukar. Klub tersebut banyak berjasa pada karier saya. Saya masih punya impian bermain di luar negeri. Mungkin suatu saat nanti, siapa tahu.

    Di usia amat muda kamu sudah jadi pesepak bola perantau, tidak merasa rindu dengan kedua orang tua?

    Justru kedua orang saya mendorong agar saya berani bermain keluar pulau Jawa. Kalau saya mau berkembang menurut mereka saya harus menimba pengalaman di daerah lain.

    Tidak ingin membela klub kampung halama n, PSIS Semarang?

    Mungkin suatu saat nanti saya akan bermain di PSIS. Sebuah kebanggaan bisa bermain di klub asal daerah sendiri.

    Egy Maulana Vikri, meneken kontrak dengan klub Polandia, Lechia Gdanks. Komentar kamu?

    Selamat buat Egy. Ia pemain muda berbakat. Saya ikut bangga ada pemain Indonesia bermain di Eropa. Apalagi ia berasal dari timnas junior. Semoga ia bisa sukses.

    Kamu dan Egy bermain di posisi yang sama. Luis Milla terlihat tertarik memakai tenaga Egy di Timnas Indonesia U-23 Asian Games. Walau sampai saat ini ia lebih sering jadi pemain cadangan. Tidak merasa tersaingi?

    Tidaklah. Sebagai sesama pemain muda kami harus mendukung. Kami saling melengkapi. Soal Egy lebih banyak menjadi pemain cadangan, saya pribadi melihatnya sebagai sebuah proses. Hal yang wajar terjadi jika pelatih secara pelan-pelan memberi kesempatan kepada pemain belia yang naik kelas di timnas level junior. Hal ini buat kebaikannya juga.

    Pemain Timnas Indonesia, Septian David Maulana Adu Skill Tendangan Bebas

    Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    no image

    Posted by On Juni 18, 2018

    Budaya dan Agama Modal Indonesia Ditengah Keberagaman

    Budaya dan Agama Modal Indonesia Ditengah Keberagaman

    Keberagaman jadi ciri khas bangsa Indonesia namun sifat individualisme dan egosentrisme ditengah masyarakat saat ini mulai mengancam persatuan

    Keberagaman jadi ciri khas bangsa Indonesia namun sifat individualisme dan egosentrisme ditengah masyarakat saat ini mulai mengancam persatuan Indonesia. Bagaimana pandangan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia yang juga Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Kerjasama Antar Agama dan Peradaban Prof Din Syamsudin? Berikut perbincangannya bersama dengan Gibran Muhamad. Sumber: Kompas TV Ikuti kami di Aksi Arogan Polisi Tendangi Motor Driver Ojol hingga Masuk Parit, Terungkap Penyebabnya Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

    thumbnail

    Posted by On Juni 18, 2018

    10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

    IlustrasiThinkstock/GlobalP Ilustrasi

    JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa seekor ular sanca menelan seorang wanita di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, bernama Wa Tiba (54), sangat mengejutkan.

    Wa Tiba ditemukan tewas setelah ditelan ular sanca sepanjang sekitar 8 meter.

    Diperkirakan, Wa Tiba ditelan antara Kamis (14/6/2018) petang hingga Jumat (15/6/2018) subuh.

    Sebelum kasus ini, sejumlah kasus terkait ular dan manusia telah terjadi di Indonesia.

    Baca juga: Seorang Wanita di Sulawesi Tewas Ditelan Ular Sanca Sepanjang 8 Meter

    Berikut adalah 10 di antaranya:

    1. Seorang pelajar tewas karena ular piton di Sumatera Utara

    Peristiwa ini terjadi pada 22 Maret 2010. Seorang pelajar SMP, M Zakaria (13) tewas ditelan ular piton sepanjang tujuh meter.

    Saat itu, Zakaria sedang mandi di Sungai Tembung, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Ular piton ini melilit korban yang berusaha melarikan diri dari dalam sungai.

    Tiga teman korban yang berhasil keluar dari sungai berusaha meminta bantuan warga sekitar. Kemudian, warga menggunakan bambu runcing menombak bagian kepala dan badan ular itu agar mau melepaskan korban.

    Baca juga: Mengenal Ular Sanca Batik, Predator yang Makan Manusia di Sulawesi

    Akan tetapi, usaha warga tidak berhasil. Ular tersebut melepaskan korban dalam keadaan remuk dan tidak bernyawa.

    2. Seorang anak tewas dipatuk ular kobra di Sumatera Utara

    Peristiwa ini terjadi pada 9 Februari 2015. Seorang anak bernama Julpriadi Siagian (10) asal Kelura han Pematang Marihat, Kecamatan Siantar Marimbun, Pematangsiantar, Sumatera Utara, tewas setelah dipatuk ular kobra di bagian leher.

    Kejadian ini berawal ketika korban tidur di dalam kamarnya.

    Sekitar pukul 03.00 WIB, korban sempat terbangun karena gigitan ular tersebut, tapi korban kembali tidur hingga pukul 10.00 WIB.

    Setelah bangun, korban bercerita kepada ayahnya, bahwa ia digigit ular dan merasa sakit di bagian leher bagian kanan.

    Kemudian, ayah korban memeriksa tempat tidur korban dan menemukan seekor ular yang diduga ular kobra melingkar di atas kasur.

    Baca juga: Ular Sanca Telan Seorang Wanita, Lokasi Dikenal sebagai Sarang Ular

    Ayah korban langsung membunuh ular tersebut dan membuangnya.

    Pukul 13.00 WIB, Julpriadi mengalami kejang, mulutnya megeluarkan busa, dan wajahnya membiru. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, akan tetapi nyawanya tidak tertolong.

    3. Seorang petani ditelan ular piton di Sul awesi

    Peristiwa ini terjadi pada 28 Maret 2017. Seorang petani bernama Akbar (25) ditemukan tewas di dalam perut ular piton di Desa Salubiro, Kaecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

    Ular piton ini berukuran sekitar empat meter. Akbar diketahui hilang setelah pamit menuju kebun sawit miliknya.

    Setelah tidak ada kabar dan tidak segera ditemukan, warga mencari korban dengan mencari dan memeriksa seluruh area perkebunan.

    Warga menemukan ular piton yang tidak bisa bergerak, kemudian ular ditangkap dan korban ditemukan tewas di dalam perut ular ini.

    Jasad korban ditemukan utuh lengkap dengan pakaian dan sepatu boots yang biasa digunakan untuk berkebun.

    4. Ular di plafon rumah di Yogyakarta

    Peristiwa ini terjadi pada 6 Juni 2017. Seorang warga Notoprajan, Kecamatan Ngampilan, Kota Yogyakarta terluka bagian tangannya karena hendak menangkap ular sanca berukuran sekitar 3 meter di plafon rumah mil ik Sumirah.

    Ular ini berhasil dievakuasi dengan bantuan tujuh orang warga.

    5. Pria diserang ular piton di Riau

    Peristiwa ini terjadi pada 30 September 2017. Seorang pria bernama Robert Nababan (37) warga Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri, diserang ular piton.

    Korban diserang ular piton sepanjang tujuh meter pada bagian tangan kirinya.

    Korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor dan melihat beberapa warga berhenti di jalan karena ada ular besar melintang di jalan.

    Kemudian, ia menghubungi sejumlah temannya, lalu temannya yang merupakan pemburu ular datang. Mereka menangkap ular tersebut.

    Robert menangkap ular di bagian kepala. Saat hendak memasukkan ular tersebut ke dalam karung, ular melawan dan menggigit tangannya.

    6. Seorang pelukis tewas dililit ular di Jakarta Pusat

    Peristiwa ini terjadi pada 2 Februari 2018. Dwi Setiawan, pelukis jalanan yang biasanya dapat ditemui di Taman Sumenep, Jakarta Pusat, tewas dililit ular sanca berukuran empat meter yang dipeliharanya.

    Kejadian ini berawal ketika Dwi sedang melukis sambil melilitkan ular tersebut ke lehernya.

    Menurut saksi, Dwi sering melakukan hal ini untuk bercanda.

    Akan tetapi, saat itu, Dwi tiba-tiba terjatuh dari kursinya dengan kondisi sudah tidak bernafas.

    7. Ular di Rumah Makan Padang di Jakarta Barat

    Peristiwa ini terjadi pada 19 Maret 2018 di sebuah Rumah Makan Padang di daerah Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat.

    Ular sanca ini terlihat di bawah etalase rumah makan tersebut dengan keadaan piring-piring dan mangkok sudah diacak-acak.

    Lima petugas suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat mengevakuasi ular tersebut.

    8. Seekor ular di dapur rumah di Jakarta Timur

    Peristiwa ini terjadi pada 4 Mei 2018. Seorang warga bernama Eem melihat kemunculan seekor u lar kobra di dapur rumahnya di Jalan Asgo, Ciracas, Jakarta Timur.

    Eem yang saat itu sedang memasak melihat ular kobra sepanjang kurang lebih satu meter dengan lebar empat centimeter.

    Ular berhasil dievakuasi setelah warga melapor kejadian ini kepada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.

    9. Wanita digigit ular king kobra di Banyumas

    Peristiwa ini terjadi pada 20 Mei 2018. Seorang wanita bernama Siti Fatimah (38) warga Grumbul Cogreg, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, tewas dipatuk ular king kobra.

    Korban diduga dipatuk ular kobra saat sedang tertidur beralaskan kasur di lantai.

    Kejadian ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Tohirin (35).

    Saat hendak dibangunkan untuk sahur, korban hanya diam saja, tubuhnya dingin, dan terlihat bercak darah di telapak kaki kirinya.

    Kemudian, suami korban meilihat ada seekor ular king kobra sebesar lengan orang dewasa dengan p anjang sekitar 2,5 meter bersembunyi di belakang pintu kamar.

    10. Wanita ditelan ular sanca di Sulawesi

    Peristiwa ini terjadi pada 14 Juni 2018. Seorang wanita bernama Wa Tiba (54) warga Desa Persiapam Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Mura, Sulawesi Tenggara ini tewas ditelan ular sanca di kebun miliknya.

    Wa Tiba disebutkan ditelan ular piton sepanjang tujuh meter dalam kondisi hidup saat akan menuju kebun miliknya yang berjarak satu kilometer dari rumahnya.

    Korban ditemukan di dalam perut ular sanca dalam kondisi masih menggunakan celana panjang dan kaos lengan panjang.

    Kompas TV Di Palembang komunitas pencinta ular berbagi pengalaman dan ilmu tentang ular agar warga tidak takut lagi dengan ular.

    Berita Terkait

    Seorang Wanita di Sulawesi Tewas Ditelan Ular Sanca Sepanjang 8 Meter

    Wanita Ditelan Ular Sanca, Warga Diminta Tak Pergi ke Kebun Sendirian

    Kronologi Peristiwa Wanita Ditelan Ul ar Sanca hingga Ditemukan Tewas di Perut Ular

    Ular Sanca Telan Seorang Wanita, Lokasi Dikenal sebagai Sarang Ular

    Terkini Lainnya

    Polisi Kendal Joget 'Lagu Syantik' di Pintu Keluar Tol Weleri yang Buat Pemudik Tersenyum

    Polisi Kendal Joget "Lagu Syantik" di Pintu Keluar Tol Weleri yang Buat Pemudik Tersenyum

    Regional 18/06/2018, 21:52 WIB Jalanan Mulus, Angka Korban Meninggal Akibat Kecelakaan di Sumsel Meningkat

    Jalanan Mulus, Angka Korban Meninggal Akibat Kecelakaan di Sumsel Meningkat

    Regional 18/06/2018, 21:48 WIB 3 Rumah di Palangkaraya Ludes Terbakar, 1 Warga Terluka

    3 Rumah di Palangkaraya Ludes Terbakar, 1 Warga Terluka

    Regional 18/06/2018, 21:48 WIB Seorang Turis Mabuk Jatuh dari Air Terjun Setinggi 21 Meter

    Seorang Turis Mabuk Jatuh dari Air Terjun Setinggi 21 Meter

    Internasional 18/06/2018, 21:48 WIB Mudik dan Pendidikan Karakter Anak

    Mudik dan Pendidikan Karakter Anak

    Edukasi 18/06/2018, 21:44 WIB Antisipasi Bentrok Jelang Pencoblosan, 3 Kompi Brimob Diturunkan ke Empat Lawang

    Antisipasi Bentrok Jelang Pencoblosan, 3 Kompi Brimob Diturunkan ke Empat Lawang

    Regional 18/06/2018, 21:30 WIB Polisi Prediksi Kemacetan Parah Terjadi di Km 66 Tol Jakarta-Cikampek

    Polisi Prediksi Kemacetan Parah Terjadi di Km 66 Tol Jakarta-Cikampek

    Regional 18/06/2018, 21:16 WIB Sekjen PAN: Dalam Waktu Dekat, Lulung Akan Jadi Kader

    Sekjen PAN: Dalam Waktu Dekat, Lulung Akan Jadi Kader

    Nasional 18/06/2018, 21:13 WIB Modernisasi Militer, China Tambah Senjata Nuklirnya

    Modernisasi Militer, China Tambah Senjata Nuklirnya

    Internasional 18/06/2018, 21:12 WIB Pangeran Kamboja Diterbangkan ke Bangkok untuk Jalani Perawatan

    Pangeran Kamboja Diterbangkan ke Bangkok untuk Jalani Perawatan

    Internasional 18/06/2018, 21:09 WIB Arus Balik, Tol Bocimi Khusus untuk K   endaraan dari Sukabumi Menuju Jakarta

    Arus Balik, Tol Bocimi Khusus untuk Kendaraan dari Sukabumi Menuju Jakarta

    Regional 18/06/2018, 20:56 WIB Kapal KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, 1 Orang Dilaporkan Tewas

    Kapal KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, 1 Orang Dilaporkan Tewas

    Regional 18/06/2018, 20:55 WIB Soal Pelantikan Iriawan, Wakapolri Sebut Tidak Ada Kontroversi

    Soal Pelantikan Iriawan, Wakapolri Sebut Tidak Ada Kontroversi

    Nasional 18/06/2018, 20:53 WIB KM Sinar Bangun yang Bawa Puluhan Wisatawan T   enggelam di Danau Toba

    KM Sinar Bangun yang Bawa Puluhan Wisatawan Tenggelam di Danau Toba

    Regional 18/06/2018, 20:44 WIB INFOGRAFIK: 'Pertandingan Ulang' Jerman Vs Meksiko di Kancah Akademik

    INFOGRAFIK: "Pertandingan Ulang" Jerman Vs Meksiko di Kancah Akademik

    Edukasi 18/06/2018, 20:41 WIB Load MoreSumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia