www.AlvinAdam.com

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga

Posted by On Januari 29, 2018

FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga
  • Senin, 29 Januari 2018 â€" 13:37
  • 492x views
FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga "Pangdam dan Kapolda Papua jangan menutup mata terhadap kasus yang terjadi di Nduga beberapa waktu lalu, karena kasus tersebut sudah merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Ketua FPKN, Otomi Gwijangge kepada Jubi, Senin (29/02/2018) di Jayapura. Ketua FPKN, Otomi Gwijangge saat menunjukan bukti penyiksaan yang berakibat kematian yang dilakukan oleh aparat keamanan di Kabupaten Nduga - Jubi/Roy Ratumakin. Roy Ratumakin redaksi@tabloidjubi.com Editor : Edho Sinaga

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jayapura, Jubi - Forum Peduli Kemanusiaan Nduga (FPKN) meminta Pangdam XVII/Cendrawasih dan Kapolda Papua untuk serius menangani kasus kekerasan yang terjadi di Kabupaten Nduga pada akhir Desember 2017 dan Januari 2018 lalu.

"Pangdam dan Kapolda Papua jangan menutup mata terhadap kasus yang terjadi di Nduga beberapa waktu lalu, karena k asus tersebut sudah merupakan pelanggaran HAM berat,” kata Ketua FPKN, Otomi Gwijangge kepada Jubi, Senin (29/02/2018) di Jayapura.

Otomi Gwijangge menjelaskan, ada tiga kasus besar yang terjadi di Kabupaten Nduga. Pertama terjadi penembakan yang dilakukan TPN/OPM terhadap salah satu anggota TNI di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, pada 12 Desember 2017.

Kasus kedua pada 1 Desember 2018, dimana telah terjadi kasus pembunuhan terhadap warga sipil atas nama Nakianus Kemaringi oleh anggota TNI Pos Maleo di Distrik Kenyamanan dan kasus ketiga adalah penyiksaan dan penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Batalyon 756 dan anggota Kodim 1702 Jayawijaya terhadap warga sipil.

"Ketiga kasus ini merupakan rentetan setelah penembakan terhadap salah satu anggota TNI yang melakukan pengamanan di jalan Trans Wamena-Mumugu. Setelah kasus penembakan tersebut aparat keamanan melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan namun lagi-lagi masyarakat yan g tidak tahu menahu menjadi korban dari aparat keamanan," ujarnya.

Seharusnya pihak keamanan tidak melakukan kekerasan kepada masyarakat sipil, apalagi semboyan dari aparat keamanan adalah sebagai pengayom.

"Ini malah terbalik, masyarakat yang tidak tahu menahu menjadi sasaran brutal aparat keamanan," tegas Otomi.

Sebelumnya, sejumlah tokoh agama, masyarakat dan pemuda meminta agar insiden penembakan tersebut tidak mengorbankan masyarakat sipil setempat.

"Yang jelas kami dari Koalisi HAM Pegunungan Tengah jelas berpihak kepada masyarakat sipil yang mengalami dampak dari peristiwa tersebut," kata Ketua Advokasi Hukum dan HAM Pegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem belum lama ini di Wamena.

Tindakan aparat gabungan TNI/POLRI dan TPN-OPM berdampak merugikan banyak orang, kata Theo. Terlebih jika terjadi penyisiran terhadap masyarakat, kemudian masyarakat yang sebenarnya tidak tahu masalah bisa mengalami kesulitan dengan kondisi yang trauma.

"Saya pikir kalau antara OPM dan TNI POLRI mau saling berhadapan, itu hak mereka dengan menyediakan tempat dan silakan saja. Kami hanya mengingatkan bahwa setiap orang itu mempunyai hak hidup yang sama," jelasnya.

Tak habis disitu, kalangan legislatif juga angkat bicara. Anggota Komisi I DPR Papua bidang hukum dan HAM, Lauremzus Kadepa mengatakan, kasus meninggalnya Anekanus Kemaringi yang diduga dianiaya oknum TNI merupakan noda Papua di awal tahun. Ia khawatir, kasus ini akan menjadi awal kelam Papua di tahun ini, yang tidak menutup kemungkinan, akan banyak lagi masyarakat sipil di Papua terus menerus menjadi korban.

"Saya khawatir tahun ini banyak kejadian, apalagi ini tahun politik. Awal tahun sudah seperti ini. Saya minta masyarakat Papua waspada. Dan kepada semua institusi negara, berharap dapat mengendalikan diri," kata Kadepa. (*)

loading... < tr>
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Parpol lokal Papua kandas di Jakarta

Selanjutnya

Legislator Papua: Merauke lumbung pangan, Asmat gizi buruk

Baca Juga
  • Legislator sebut dibanding pemerintah, Lokataru lebih peduli nasib karyawan PTFI

    Polhukam â€" Senin, 22 Januari 2018
  • Kekerasan anak. Selain disiksa Clarita juga disekap ibunya

    Lapago â€" Minggu, 21 Januari 2018
  • Stadion Papua Bangkit adalah kebanggaan kita

    Lembar Olahraga â€" Rabu, 24 Januari 2018
  • Korupsi menara salib Wio Silimo diduga melibatkan pejabat daerah

    Polhukam †" Kamis, 25 Januari 2018
  • Seorang anak di Jayawijaya meninggal diduga korban kekerasan

    Lapago â€" Jumat, 19 Januari 2018

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mereka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Lapora n Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja di Launching
Jumat, 26 Januari 2018 | 15:36
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Aksi Tolak Pekuburan Umum
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:17
Diproduksi : West Papua Updates@desember2017 Kematian Alex Sambom
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:27
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Terkini
  • Legislator Papua: Merauke lumbung pangan, Asmat gizi buruk

    Polhukam â€" Senin, 29 Januari 2018 | 23:22 WP
  • Kipka ditunjuk sebagai ketua peresmian gereja Maranatha Dekai

    Lapago â€" Senin, 29 Januari 2018 | 21:41 WP
  • Pemekaran Papua Tengah dinilai belum saatnya

    Meepago â€" Senin, 29 Januari 2018 | 21:20 WP
  • Pelaksanaan Rakerda Papua diundur

    Otonomi â€" Senin, 29 Januari 2018 | 21:11 WP
  • Dana desa tak terserap di Papua Rp 1 triliun lebih

    Otonomi â€" Senin, 29 Januari 2018 | 21:02 WP
  • Kementerian keuangan gelar Treasury Expo 2018

    Otonomi â€" Senin, 29 Januari 2018 | 20:54 WP
  • Sekda tempatkan aparat keamanan di kantor DAP

    Otonomi â€" Senin, 29 Januari 2018 | 20:42 WP
  • Pengaspalan jalan di Perumnas tiga diapresiasi publik

    Mamta â€" Senin, 29 Januari 2018 | 19:51 WP
  • VOX Papua perjuangkan nilai kebangsaan

    Mamta â€" Senin, 29 Januari 2018 | 19:25 WP
  • Hujan disertai angin kencang, pohon tumbang di sejumlah tempat

    Anim Ha â€" Senin, 29 Januari 2018 | 19:20 WP
  • Gedung ST Petrus dan Paulus paroki Argapura diresmikan

    Mamta â€" Senin, 29 Januari 2018 | 18:49 WP
  • Masyarakat diminta waspadai demam berdarah

    Anim Ha â€" Senin, 29 Januari 2018 | 18:32 WP
  • FPKN: Pangdam dan Kapolda Papua harus usut tuntas kasus Nduga

    Polhukam â€" Senin, 29 Januari 2018 | 13:37 WP
  • 42 Jurnalis Papua â€" Maluku sinergi dengan Pertamina MOR VIII di Malang

    Advertorial â€" Senin, 29 Januari 2018 | 09:42 WP
  • Kepala OPD harus mampu terjemahkan visi-misi Kepala Daerah Tolikara

    Lapago â€" Senin, 29 Januari 2018 | 06:15 WP
Stop Press
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?
    Selasa, 14 September 2016
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?
    Rabu, 14 September 2016
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun
    Minggu, 14 September 2016
Index » Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Nduga

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »