Kirim Warta Nasional: Klik Disini | Konfirmasi Warta Nasional: Klik Disini

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Problem sampah di kota Dekai Yahukimo

Posted by On Februari 21, 2018

Problem sampah di kota Dekai Yahukimo

Facebook Twitter Google+ RSS RSS Login/Daftar

  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Domberai
    • Bomberai
    • Lapago
    • Meepago
    • Mamta
    • Saireri
  • Berita Papua
    • Polhukam
    • Pendidikan dan Kesehatan
    • Otonomi
    • Nasional & Internasional
    • Lembar Olahraga
    • Jayapura Membangun
    • Infrastruktur
    • Ekonomi, Bisni & Keuangan
    • Seni Budaya
    • Nabire Membangun
  • Pasifik
  • Nusa
    • Ibukota
    • Jawa
    • Sumatera
    • Bali & Nusa Tenggara
    • Kalimantan
    • Sulawesi
    • Maluku
  • Artikel
    • Indepth
    • Opini
    • Pengalaman
    • Pernik Papua
    • Perempuan & Anak
    • Selepa
  • More
    • Pilihan Editor
    • Surat & Sumbangan Pembaca
    • Rilis Pers & Advertorial
    • PR Newswire
    • Berita Foto
  • Resources
    • Blog
    • Arsip
    • West Papua Daily
    • Laporan Warga
    • Saya Komen!!!
  • 2013-2016
Show/Hide
  1. Home
  2. Koran Jubi
  3. Problem sampah di kota Dekai Yahukimo
  • Rabu, 21 Februari 2018 â€" 13:02
  • 199x views
Problem sampah di kota Dekai Yahukimo Sampah menumpuk di berbagai lokasi di kota Dekai, ibukota Kabupaten Yahukimo. Kesehatan masyarakat terancam, tapi pengelolaan sampah masih terkendala minimnya fasilitas. Sampah menumpuk di jalan Raja Bandara menuju Perumahan Medis di RSUD Dekai â€" Jubi/ Piter Lokon Piter Lokon [email protected] Editor : Syofiardi LipSus Emas ilegal asal Papua bebas dijual? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya? Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 19:37 WP Problem sampah di kota Dekai Yahukimo Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP Pasar Mama Mama setelah 14 tahun Features | Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Ismail Keikera, warga Kota Dekai, kesal dengan sampah yang bertebaran di mana-mana. Pemandangan kota yang dijuluki ‘seribu seratus jembatan’ itu rusak oleh sampah yang bertumpuk di got, jalan, hin gga kali.

“Orang yang tinggal di Dekai tidak menyadari buang sampah pada tempatnya, seperti pembalut, popok bayi, botol, plastik, dan kaleng-kalengan dibuang sembarangan di kali dan jalan,” katanya kepada Jubi, Jumat, 9 Februari 2018.

Sampah yang menumpuk di lokasi-lokasi umum ini, kata Keikera, berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Penderita penyakit paru-paru saya lihat meningkat, sampah menjadi sarang nyamuk yang bisa menyebabkan malaria, lalat biru hinggap pada makan kita juga bisa menyebabkan penyakit,” ujarnya.

Keikera berharap pemerintah daerah serius menangani sampah di ibukota Kabupaten Yahukimo tersebut. Sebab kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Ia menyarankan agar Dinas Kebersihan Kabupaten Yahukimo membuat lahan khusus untuk pembuangan sampah.

“Kalau Pemkab Yahukimo kesulitan mencari lahan seharusnya ada komunikasi untuk kerja sama dengan masyarakat adat Momuna. Hara pan kami terhadap pemerintah untuk mengatasi sampah seperti itu,” kata Keikera, yang juga kepala suku besar Momuna.

Keikera yang terpilih sebagai kepala suku besar Momuna untuk periode 2014-2022 melalui Konferensi Masyarakat Adat Momuna mengatakan sudah membuat Peraturan Masyarakat Adat Momuna yang melarang masyarakat adat tidak boleh membuang sampah di kali.

Ia menjelaskan, suku Momuna dari dulu hidupnya di pohon. Jika membuang sampah dibuat dulu tempat khusus baru kemudian dibuang di sana. Tujuannya agar tidak membuang sampah ke kali yang jika hujan bisa tersumbat menyebabkan banjir.

“Jika ada yang buang sampah sembarangan, pertama dilarang, kedua ditegur, ketiga didenda, dan jika masih melawan maka masyarakat adat akan panah,” katanya.

Ia juga berharap Dinas Kebersihan bergerak cepat membersihkan sampah-sampah di got. Sebenarnya, tambah Keikera, wakil bupati pernah memimpin pembersihan sampah yang juga melibatkannya beberapa waktu lal u. Namun tetap masih banyak sampah yang belum bisa ditanggulangi.

James, warga Dekai yang juga pengusaha Warung Internet (Warnet) Baliem-Net, mengatakan pengelolaan sampah di Yahukimo belum baik. Sebab fasilitas penampungan sampah dan truk sampah sangat minim.

“Sampah-sampah di Yahukimo kayaknya belum terkelola karena belum ada mobil pengangkut sampah, sehingga kami juga mengalami kesulitan mau buang sampah di mana dan mobil sampah juga tidak ada,” katanya.

Untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan tempat usahanya, biasanya James menyediakan tempat sampah, kemudian membakar yang kering dan membuang begitu saja sampah basah jauh dari rumah. Hal itu dilakukan meskipun ia menyadari membuang sampah seperti itu bisa berbahaya bagi kesehatan dan bisa menjadi tempat bersarang nyamuk.

“Saya berharap pemerintah menyediakan truk sampah supaya bisa mengangkut sampah-sampah di kota Dekai,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahuki mo Lewi Yando kepada Jubi menyelaskan, persoalan penanganan sampah di Yahukimo terkait dengan sumber daya manusia-nya.

“Publik Yahukimo sangat tergantung kepada SDM, yaitu bidang yang mengelola sampah, tempat pembuangan kotoran ke mana, ternyata tidak dilaksanakan,” katanya.

Yang fatal, tambahnya, di Dekai warganya menggunakan ‘air mati’ (sumur) dengan lingkungan yang tidak teratur karena belum ada program pelurusan sungai.

“Sebelumnya saya pernah mengusulkan ke Bappeda untuk melakukan normalisasi sungai dan membuat air terjun serta membuat bendungan, lalu mengalirkan airnya ke kali besar, sebab ketika banjir air meluap ke kota, tetapi usul saya tidak diterima,” katanya.

Jika normalisasi kali besar dan kali kecil tidak dilakukan, tambahnya, ketika penduduk bertambah padat maka saat hujan kota bisa terendam banjir. Jika banjir sampah akan bermunculan, termasuk sampah medis bekas operasi atau obat-obatan berbahaya. Sampah-sampah ters ebut akan menimbulkan penyakit.

Kepala Distrik Dekai yang menangani kebersihan lingkungan dan sampah di ibukota Kabupaten Yahukimo, Ruth Ayomi, mengatakan sejak 2016 sampai saat ini sampah Dekai ditangani Distrik Dekai.

Penanganan kebersihan sampah di Kabupaten Yahukimo, katanya, mengalami kendala karena daerahnya luas dan jumlah kendaraan terbatas, sehingga karyawan juga disesuaikan.

“Dalam menangani kota Dekai agar bersih mengalami kendala karena truk hanya satu, sedangkan sampahnya banyak dengan lokasi kerja ada 12 titik,” kata Ayomi kepada Jubi.

Ke 12 titik tersebut adalah jalan Kurima, jalan Masi, Seradala, Pasar Lama, Pasar Baru, Telkomsel, jalan Sosial, jalan Pemukiman, Ruko Blok A, B, C, jalan Paradiso, jalan SMK, jalan Gunung, dan Barak Pemda seperti rumah sakit, Eselon, dan lainnya.

“Jadi tidak cukup hanya satu truk dengan pengangkutan sampah pada pagi hari mengambil di pinggir jalan,” ujarnya.

Menurutnya, fasilitas truk dengan bak sampah mesti ditambah menjadi tiga atau empat unit, ehingga truk tinggal mengangkat bak sampah karena sampahnya banyak.

“Kalau ada bak sampah yang diletakkan di tempat-tempat umum masyarakat akan mudah membuang sampah ke sana,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar, kata Ayomi, 2018 ini pihaknya sudah mengajukan penambahan truk, tenaga, dan honor tenaga. Bahkan juga melaksanakan program Kota Dekai yang bersih.

“Hanya saja orang yang sudah mengerti juga masih buang sampah sembarangan,” keluhnya. (*)

loading...
Please enable JavaScript to view the comments powered by Disqus.

Sebelumnya

Pasar Mama Mama setelah 14 tahun

Selanjutnya

Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya?

Komen Saya

  • Warga Bicara Soal Tiket Pesawat yang Mahal di Papua 26 November 2015 | 11:58 pm
  • Jejak Pasukan Sekutu di Bougainville 23 November 2015 | 11:44 pm
  • 10 Fakta Hiu Karpet Berbintik 23 November 2015 | 11:34 pm
  • Apa Kata Mere ka Tentang Kawasan Cagar Alam Cycloop? 19 November 2015 | 11:26 pm

Laporan Warga

Simak Juga Novel Lembayung Senja Dilaunching
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:14
Diproduksi : West Papua Updates (WPU) SONAMAPA Gelar Literasi Baca Buku Sejarah Papua
Rabu, 20 Desember 2017 | 22:23
Diproduksi : West Papua [email protected] Aksi Tolak Pekuburan Umum
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:07
Diproduksi : West Papua [email protected] Kematian Alex Sambom
Minggu, 11 Februari 2018 | 12:09
Diproduksi : West Papua Updates Lagu dan Puisi Untuk Kehidupan
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:21
Diproduksi : West Papua Updates Tuntutan Tutup Freeport
Kamis, 14 Desember 2017 | 03:37
Diproduksi : West Papua Updates ‹ › Populer ULMWP sambut positif hasil KTT MSG di Port Morresby Berita Papua |â€" Sabt u, 17 Februari 2018 WP | 5940x views Woodball, pendatang baru langsung target 6 emas di PON 2020 Lembar Olahraga |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 4768x views Pertemuan MSG di Papua Nugini, akankah ULMWP menangkan ‘full membership”? Nasional & Internasional |â€" Minggu, 11 Februari 2018 WP | 3321x views Pemkab Lanny Jaya kirim 20 guru ke Australia Penkes |â€" Senin, 12 Februari 2018 WP | 2924x views Apa yang akan terjadi pada KTT MSG di Port Moresby? Pasifik |â€" Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2879x views Terkini
  • Peredaran senjata api dan amunisi di Papua, siapa dalangnya?

    Features â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 19:37 WP
  • Ketua MRP: Timses paslon, ciptakan situasi kondusif di Papua

    Berita Papua â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 19:27 WP
  • Ratusan personel gabungan siap amankan deklarasi pilkada damai

    Berita Papua â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 19:24 WP
  • Anggaran terbatas, program kerja MRP terhambat

    Papua â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 19:05 WP
  • Sejumlah pemuda kampung ikuti pelatihan pengenalan desain web

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 18:55 WP
  • Petani di Jayapura mulai gunakan rice planter

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 18:05 WP
  • Nelayan Pomako dan Sima butuh stasiun pengisian BBM

    Ekonomi â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 18:00 WP
  • Wujudkan kabupaten layak anak, Pemkab Jayapura gencar kampanyekan hidup sehat

    Jayapura Membangun â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 17:58 WP
  • Lifting centre span 1 jembatan Holtekamp, proyek pertama yang diizinkan Presiden

    Mamta â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 17:54 WP
  • Jalan Kodam lama dan baru diresmikan

    Mamta â€" Rabu, 21 Februari 2018 | 17:52 WP
STOP PRESS
  • Apakah rakyat Papua Nugini akan lenyap akibat makan pinang?

    Selasa, 17 Oktober 2017 | 07:31 WP
  • 7 Tempat Liburan Paling Ngehits di Indonesia. Mana Favoritmu?

    Rabu, 29 Maret 2017 | 15:40 WP
  • Studi: kehidupan terancam, level oksigen jatuh 2% dalam 50 tahun

    Minggu, 19 Februari 2017 | 14:11 WP
  • Inilah 8 temuan jurnalis Indonesia tentang Kebebasan Pe rs di Papua

    Minggu, 05 Februari 2017 | 10:43 WP
  • Raja Ampat dapat saingan baru?

    Senin, 26 Desember 2016 | 05:40 WP
  • Index »
Teras Lampung Ekuatorial Berita Lingkungan DeGorontalo Kabar Kota Berita Bali Kalteng Pos News Balikpapan Suara Kendari Kabar Selebes Suara Papua Cahaya Papua Aceh Traffic Aceh Baru Ranah Minang Merdeka Radio New Zealand International Solomon Star Vanuatu Daily PINA Islands Business Fiji Times Maori TV Post Courier Dedicated for West Papua | From Sorong to Samarai Property of PT Jujur Bicara Papua Search Engine Submission - AddMeSumber: Google News | Warta 24 Kabupaten Yahukimo

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »