www.AlvinAdam.com

Warta 24 Indonesia

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Warga Indonesia berburu tiket Piala Dunia 2018: 'Saya antre ...

Posted by On Juni 19, 2018

Warga Indonesia berburu tiket Piala Dunia 2018: 'Saya antre ...

Warga Indonesia berburu tiket Piala Dunia 2018: 'Saya antre sembilan jam'

relawan piala dunia 2018Hak atas foto TASS/Getty

Sejumlah warga Indonesia yang bermukim di Rusia rela merogoh kocek demi mendapatkan tiket menonton langsung berbagai laga Piala Dunia 2018 yang didapatkan melalui transaksi online.

Tidak lama setelah Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) menjual tiket menonton Piala Dunia, Ruben Sumigar â€" warga Indonesia yang bermukim di Rusia â€" tidak mau jauh-jauh dari layar komputernya. Dia salah satu yang pertama terjun ke dalam antrean.

''Ketika (sistem online) pertama bu ka ... saya antre sampai sekitar delapan sampai sembilan jam," kata Ben, sapaan akrabnya, kepada Clara Rondonuwu, warga Indonesia yang bermukim di Moskow, untuk BBC News Indonesia.

  • Piala Dunia 2018: Rahasia di balik taktik tim Korsel hadapi lawan
  • Piala Dunia 2018: 'Ruang aman' bagi fans LGBT ditutup
  • Piala Dunia 2018: Juara bertahan Jerman tumbang, kalah 0-1 dari Meksiko di laga pertama

Di ujung antrean sistem tersebut hanya tersedia tenggat 10 menit untuk menyelesaikan transaksi. ''Ketika sudah masuk antrean dan kita lupa (waktu) dan tidak melakukan transaksi, maka kita tidak bisa membeli tiket dan harus menunggu beberapa jam lagi.''

Hak atas foto TASS/Getty

''Semisal ada 10 pertandingan yang available untuk dibeli, belum tentu kita bisa memesan kesepuluh-sepuluhnya. Seringkali transaksi dianggap gagal,'' ujar Ben.

''Inilah yang dimaksud oleh FIFA sebagai sistem untuk mengontrol penjualan tiket dari setiap fasenya.''

Dari perburuan yang menguras waktu tersebut, Ben mengaku cuma berhasil mengantongi satu tiket laga penyisihan yaitu Denmark dan Prancis yang akan berlangsung di Moskow.

Dia melanjutkan: ''Kemungkinan malah saya akan mencari tiket lagi, sebab saat ini memang masih buka untuk penjualan tiket, khususnya untuk turnamen tingkat lanjut seperti 16 besar, perempat final, dan seterusnya.

Itulah sebabnya, dia memilih rela mengikuti prosedur cukup panjang yang harus dilalui. "Atau bisa juga datang ke pusat penjualan tiket yang ada di Dobryninskaya Moskow.''

Mengincar laga final

Penggemar tim sepakbola Inggris ini mengatakan, menonton langsung Piala Dunia di Rusia merupakan pengalaman sekali seumur hidup.

Hak atas foto Getty Images

''Piala Dunia pertama saya di Jepang tahun 2002. Tapi, kalau dibandingkan dengan yang ada di Jepang, ramainya justru lebih terasa di Rusia," akunya dengan mata berbinar.

Begadang demi tiket Piala Dunia

Sementara itu, Yoan Clara Teken, warga Indonesia penggemar timnas Brasil, mengaku hendak mengembalikan tiket yang didapatnya dari perburuan online.

''Saya sudah beli tiket untuk Iran lawan Spanyol tanggal 20 Juni. Tapi setelah saya pikir-pikir, kalau ditambah dengan biaya ke sana (ke stadion di luar kota Moskow) ... saya berubah pikiran.''

Yoan mengaku membeli tiket nonton laga Iran lawan Spanyol seharga 12.600 rubel atau sekitar Rp2,8 juta. Namun itu belum termasuk transp ortasi menuju Kazan Arena, tempat laga digelar â€" jaraknya sekitar 90 kilometer ke timur Moskow.

Hak atas foto TASS/Getty

''Biaya ke sananya, dalam artian biaya transportasi dan juga penginapan, itu harganya sama dengan kategori dua opening di Moskow, jadi saya berubah pikiran dan mencari tiket opening."

Kebetulan dia mendapatkan tiket opening kategori satu dengan harga 33 ribu rubel (Rp7,2 juta). "Ya walaupun harus nombok lagi, tapi 'kan opening. Kalau dibandingkan dengan laga biasa beda dong.''

Yoan mengatakan, saat ini biaya transportasi dan akomodasi sudah melambung dua sampai tiga kali lipat dari harga normal.

''Itu menurut saya menguras banyak uang, jadi mendingan saya beli laga yang di Moskow karena tidak perlu membayar akomodasi lagi,'' ujar Yoan yang sudah enam tahun berdomisili di ibukota Rusia.

Hak atas foto TASS/Getty

Mahasiswi kedokteran ini berburu tiket sekitar awal 2018. Dia mengaku berburu tiket mulai pukul 22.00 dan baru bisa mendapat tiket pukul tiga subuh.

''Akhir 2017 dan awal 2018, akses penjualan tiket secara online sangat-sangat susah,'' akunya.

Awalnya, tiket Iran lawan Spanyol hendak dijual kembali, tetapi menurutnya, pendukung Spanyol ''tidak begitu heboh dan tidak begitu mengincar tiket''.

Dia pun berencana mengembalikan tiket tersebut ke kantor resmi FIFA. ''Jadi kalau kita sudah beli dan kita berubah pikiran dan ingin kembalikan tiketnya boleh, tiga hari sebelum laga itu dimulai dan kita kena minus 10 per sen dari harga yang tertera di tiket,'' ujarnya.

Setelah laga pembuka, menurut Yoan, dia jadi ketagihan dengan euforia Piala Dunia Rusia 2018.

''Kalau dapat tiket lagi yang bukan kategori satu dan dua, mungkin saya masih akan berburu lagi setiap malamnya lewat situs FIFA.''

Sumber: Google News Network: Liputan 24 Indonesia | Berita 24 Indonesia | Warta 24 Indonesia

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »