Berbeda Pendapat Mafia Beras, Amran: Indonedsia Menempati Urutan 81 Harga Beras Eceran Termahal Di Dunia - Warta 24 Indonesia
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Berbeda Pendapat Mafia Beras, Amran: Indonedsia Menempati Urutan 81 Harga Beras Eceran Termahal Di Dunia

Warta24--Beras kerap kali dipengaruhi oleh banyak mafia yang mengambil keuntungan. Hal itu disampaikan langsung oleh Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Namun, Mentri Pertanian pada era sebelumnya yaitu pada era Susilo Bambang…


Warta24--Beras kerap kali dipengaruhi oleh banyak mafia yang mengambil keuntungan. Hal itu disampaikan langsung oleh Mentri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Namun, Mentri Pertanian pada era sebelumnya yaitu pada era Susilo Bambang Yudhoyono  (SBY), Anton Aprianto meragukannya.
"Mafianya macam-macam, mafia impor, mafia beras oplos, mafia pupuk. Bayangkan, pupuk yang biasa kita berikan ke petani adalah pupuk palsu," kata Menteri Amran, 16 Januari 2019.

Terdapat 782 perusahaan yang sedang di proses hukum, 409 perusahaan yang sudah di jebloskan kepenjara, bahkan ada 15 perusahaan yang masuk daftar hitam sejak pemerintahan Jokowi-JK.
Amran menyebutkan sekitar 20 perusahaan diantaranya merupakan mafia yang memalsukan pupuk bantuan kepada petani. 
"Pupuk palsu, itu kalau tidak salah ada 20-an perusahaan kami kirim penjara. Bayangkan, petani diberikan pupuk palsu, produksi petani hancur kemudian tidak mendapatkan apa-apa dan merugi," ungkap Amran.

Padahal, Indonesia menempati urutan ke-81 harga beras eceran termahal di dunia Urutan pertama beras eceran termahal adalah Jepang sebesar Rp 57.678 per kilogram, sementara termurah yakni di Sri Lanka sebesar Rp 7.618 per kg.

Amran menekankan pembangunan pertanian tidak hanya mengurus beras, akan tetapi sektor pertanian memiliki 460 komoditas yang harus dijaga stabilisasi harga setiap harinya.
Disamping itu, Menurut mantan Menteri Pertanian era Susilo Bambang Yudhoyono  Anton Apriantono, keberadaan mafia Beras tidak pernah jelas wujud dan kriterianya.Bagi dia, permasalahan beras hari ini tidak juga kunjung terselesaikan usai penutupan PT Indo Beras Unggul (IBU) Bekasi yang sempat disebut-sebut sebagai mafia beras.

"Ya sekarang buktinya tidak selesai juga setelah tutup TPS dan IBU. Sebenarnya, kalau mau jujur, Mafia Beras ini tidak pernah jelas. Wujudnya seperti apa? Standar mafia itu seperti apa? Tapi, ini terus menjadi momok," kata Anton. 

yu raih kesempatan Kuliah Gratis di kampus terbaik Jakarta.! cek disini

Penulis : Muhamad Wajih. R
Gambar : Sabarr.Com
Sumber : TribunNews.Com