Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Soal Istilah Propganda Rusia, Kedubes : Istilah Ini Diperkenalkan Dengan Salah

Warta24-- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, , Ace Hasan Syadzily   menyatakan menghormati hubungan diplomatic yang dibangun ant...


Warta24--Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, , Ace Hasan Syadzily  menyatakan menghormati hubungan diplomatic yang dibangun antara Indonesia dengan Rusia. ," kata Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi, Rabu (13/2/2019) malam.

Ia berpendapat, istilah propaganda Rusia tidak memiliki intervensi politik negara Rusia. Propaganda Rusia hanya istilah yang muncul di tahun 2016 lalu. "Sekali lagi, perlu kami tegaskan bahwa pernyataan Pak Jokowi yang waktu berbicara sebagai Capres tentang propaganda Rusia hanyalah sebuah istilah dan tidak berhubungan dengan intervensi negara Rusia pada proses politik di Indonesia," ujarnya.
Ia menegaskan istilah Propganda itu murni istilah serta referensi akademik. "Istilah Propaganda Rusia, mulai populer setelah RAND Corporation menerbitkan artikel berjudul The Russian "Firehouse of Falsehood" Propaganda Model yang ditulis oleh Christopher Paul dan Miriam Matthews. Artikel itu tercatat diterbitkan RAND tahun 2016. Artinya istilah itu sudah mulai populer sejak 3 tahun yang lalu. Murni istilah dan referensi akademik," ucap Ace.

Sebelumnya Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, membantah istilah 'propaganda Rusia' dan kini juga bicara soal Rand Corporation yang menurutnya istilah ini dibuat oleh Amerika serikat.


"Dengan disebutkannya propaganda Rusia, istilah itu sendiri sebenarnya dibuat sebagai propaganda Amerika Serikat. Karena istilah ini dibuat oleh Rand Cooperation pada tahun 2016 saat Amerika Serikat menyelenggarakan pemilu. Dan istilah ini tidak memiliki dasar di dunia nyata," ucap Vorobieva, saat press briefing di kediamannya, Jl Karet Pedurenan No 1, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).
Ia juga menegaskan bahwa hoax dan fake yang beredar di media sosial bukan bersumber dari Rusia."Istilah ini diperkenalkan secara salah," tegasnya.

Mau kuliah dengan mendapatkan Beasiswa Full? cek disini


Penulis : Wahyu
Gambar : Kronologi.id
Sumber : Detik.Com

Reponsive Ads