Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Jelang Kampanye Terbuka, Bawaslu Larang Ada Uang Transportasi kepada para Simpatisan

Warta24— Rahmat Bagja Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengungkapkan bahwa dalam kampanye terbu...

Warta24—Rahmat Bagja Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengungkapkan bahwa dalam kampanye terbuka, simpatisan dilarang diberi uang transportasi. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). "Uang transpor tidak boleh, walaupun akan jadi permasalahan di lapangan," ujar Rahmad Bagja di Jakarta, Senin (25/3).

Pihaknya mengakui pemberian uang transportasi dalam bentuk nontunai dilematis. Seperti pemberian voucher untuk bahan bakar, tapi lokasi SPBU jauh atau apabila diberikan bensin, maka otomatis panitia akan kesulitan membawa jeriken.

Adapun opsi penyediaan transportasi menuju tempat kampanye dapat membuat kesulitan panitia dimana  harus menjemput satu-satu ke alamat masing-masing. Rahmat sendiri mewanti-wantikan bahwa pembagian uang di luar arena kampanye terbuka termasuk kampanye uang.

"Pembagian politik uang bisa tidak terdeteksi oleh kami, meski kami melakukan pengawasan titik di luar. Uang transpor di RT RW dibagikan juga," tegasnya.

Oleh karena itu, berhubung dengan keterbatasan pengawas di lapangan. Ia menghimbau kepada masyarakat, bilamana di temukan politik uang maka ia meminta agar masyarakat melaporkan kepada pengawas supaya ditangani dengan cepat.

"Kami minta ada keinginan masyarakat melaporkan. Kami tidak mungkin melaporkan titik tertentu, biasanya pembagian uang tidak di kampanye. Penyebaran itu sering terjadi," tambah dia.

Ia juga menuturkan bahwa pelanggaran saat kampanye paling sering terjadi adalah saling hina antar peserta kampanye. Kampanye terbuka digelar sejak 24 Maret hingga 13 April 2019.

Kuliah beasiswa disini aja

Nama Penulis : Muhamad Wajih R
Gambar : Tribunnews
Sumber : Republika

Reponsive Ads