Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Pilpres Semakin Dekat, SBY Menilai Pilpres 2019 Lebih Keras Daripada Pilpres Zaman Reformasi

  Warta24-- Ketua Umum DPP Patai Demokrat, Susuilo Bambang Yudhoyono berharap pilpres 2019 tidak akan memecah persatuan bangsa. Ia meni...

 


Warta24--Ketua Umum DPP Patai Demokrat, Susuilo Bambang Yudhoyono berharap pilpres 2019 tidak akan memecah persatuan bangsa. Ia menilai kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2019 lebih keras daripada pilpres di zaman reformasi. Jika kondisi tersebut terlampau jauh, ia khawatir kerukunan bangsa Indonesia akan retak.

''Beliau mengamati bahwa kontestasi Pilpres 2019 lebih keras dibandingkan Pilpres sebelumnya di era reformasi, seperti terjadinya polarisasi tajam dan dukungan indentitas yang menguat,'' kata Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan saat membacakan surat kedua SBY yang diberikan kepadanya, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (28/2).

Sebelumnya, SBY memberikan secara langsung dua surat kepada Hinca sebagai Sekjen Partai Demokrat di Singapura. Surat pertama berisi 10 poin, salah satunya memberikan mandat kepada AHY memimpin kampanye Pemilu 2019 dibantu Soekarwo dan Nachrowi Ramli. Melalui surat tersebut SBY mengajak seluruh kader Demokrat serta seluruh masyarakat untuk bekerjasama mencegah potensi keretakan tersebut agar tidak terjadi.

 Hinca mengatakan , SBY menilai semua kader Demokrat harus berperan aktif dalam rangkaian Pemilu yang berlangsung aman dan damai. Kader Demokrat harus berperan aktif dalam memastikan Pemilu berlangsung demokratis, jujur, dan adil.

''Persaingan pemilu memang keras, namun tidak patut terjadinya disintegrasi,'' ujarnya. ''Jadi, perlu kesadaran bersama.''
Selain itu, Ia juga menyampaikan SBY tidak dapat hadir secara fisik bersama kader democrat dalam mengingat ia harus mendampingi Ani Yudhoyono berobat di singapura.
''Beliau menyampaikan sangat ingin secara fisik berada di lapangan dan berjuang, namun harus mendampingi pengobatan Ibu Ani Yudhoyono di Singapura,'' tuturnya.
Hinca juga menjelaskan  mandat yang diberikan kepada tiga Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat yang mencangkup satu ketua yaitu Agus Harimurti Yudhoyono  serta dua anggota lain yaitu Nachrowi Ramli serta Soekarwo merupakan pemimpin-pemimpin  yang tangguh.
''Beliau juga berpesan agar para senior Demokrat membantu Kogasma, mereka antara lain EE Mangindaan, Amir Syamsuddin, Vence Rumangkang, Syarief Hasan, Djoko Udjianto, Jafar Hafsah, Nurhayati Ali Assegaf, Pramono Edhie, Jhonny Alen Marbun, Max Sopacua, dan Ahmad Yahya,'' ujarnya.

Mau kuliah Gratis? yu cek Beasiswanya disini

Penulis : Wahyu
Gambar : Liputan6
Sumber : Antara

Reponsive Ads