Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Kajian Ilmu Falak Menentukan Awal Ramadhan 2019

[ Sekretaris Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe] Warta24— Bulan Ramadhan 1440 H semakin dekat. Kurang dari seb...

[Sekretaris Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe]

Warta24—Bulan Ramadhan 1440 H semakin dekat. Kurang dari sebulan, Ramadhan tiba.

Biasanya sering terjadi selisih dalam mengawali dan mengakhiri bulan Ramadhan.

“Hal ini dikarenakan ormas Islam, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) dan Persatuan Islam (Persis) berbeda dalam menetapkan kriteria awal bulan hijriah. Perbedaan ini akan mewarnai dalam masyarakat Islam Indonesia,” Kata Sekretaris Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe, Tgk Ismail SSy MA, Jumat (19/4/2019).

Menurut Sekretaris Jurusan Astronomi Islam Fakultas Syariah IAIN Lhokseumawe :

1. Muhammadiyah dalam penenetapan awal bulan hijriah mengacu kepada kriteria Wujudul Hilal. Apabila hilal saat matahari terbenam sudah berada di atas ufuk, maka malam itu sudah dianggap masuk bulan baru.
2. Nahdlatul Ulama (NU), menganut kriteria Imkan Rukyat 2 derajat. Apabila hilal terlihat saat posisi di atas 2 derajat, maka kesaksian hilal itu diterima dan malam itu dianggap masuk bulan baru.
3. Persatuan Islam (Persis) menganut kriteria Imkan Rukyat 3 derajat untuk tinggi hilal dan 6,4 derajat untuk sudut elogasi. Artinya apabila saat matahari terbenam, hilal sudah berada di atas 3 derajat dengan sudut elogasinya 6,4 derajat, maka malam itu dianggap sudah masuk bulan baru.


Hari gini masih pusing biaya kuliah mahal? Yu raih kesempatan beasiswa disini


Penulis: Fatih

Gambar : Serambi

Sumber : Serambi


Reponsive Ads