Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Meneropong Pilpres di tengah Kegaduhan Politik yang kian memanas

Warta24--Pemilu 2019 menjadi momentum apakah demokrasi di Indonesia bisa terkonsolidasi atau justru mengalami kemunduran. Hal itu bisa dij...

Warta24--Pemilu 2019 menjadi momentum apakah demokrasi di Indonesia bisa terkonsolidasi atau justru mengalami kemunduran. Hal itu bisa dijawab oleh sikap elit politik yang kurang konsisten dalam memahami Konsep Demokrasi.

Rahmat luang, Selaku ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cirendeu cabang ciputat yang berada di wilayah teritorial Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta menilai, agar pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak menjadikan hasil survei sebagai acuan dalam menentukan hasil akhir.

Banyak hasil survei yang tidak sejalan dengan fakta di lapangan. Hal inilah yang menyebabkan kedua pasangan saling mengklaim kemenangan, dan akhirnya akan menimbulkan keributan. disampaikan dalam wawancara di jakarta.
Jangan sampai hasil Survei kedua paslon dijadikan alat untuk dilegitmasi bahwa yang menang misalkan 01 dan 02," ucap Rahmat, minggu (21/4/2019).

Jika kedua paslon saling mengklaim tentang kemenangan dan mempertahankan keegoisan maka akan muncul sebuah gejolak (People Power).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu adanya sebuah format gerakan yang akan di pimpin oleh kaum-kaum muda untuk menyelamatkan bangsa Indonesia di tengah pusaran politik yang kian memanas.
Rahmat menilai, Perlunya adanya institusi sosial di luar politik yang mampu memoderasi politik (Mahasiswa). Jika masyarakat menjadi pribadi yang politis, kami khawatir Indonesia akan dihadapkan pada kerawanan setiap lima tahun sekali. Sebab, tak ada pranata sosial lain yang bisa memediasi kedua paslon tersebut.

Jadi, perlu adanya institusi di luar politik yang bisa diharapkan untuk menjadi jalan keluar dari jalan politik. ujar Rahmat.

Kuliah gak ada matinya? Cek disini

Nama Penulis : Rahmat Isco
Gambar : Zaenuddin Arsyad
Sumber : Zaenuddin Arsyad

Reponsive Ads