Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Menjelang Hari Pencoblosan Pemilu, Bursah Zarnubi Kampanyekan Anti Hoax Kepada 'Reliji'

Warta24— Jelang hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pilpres), Bursah Zarnubi Ketua Ormas Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) bergerilya di Cipi...

Warta24—Jelang hari pencoblosan Pemilihan Umum (Pilpres), Bursah Zarnubi Ketua Ormas Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) bergerilya di Cipinang Jakarta Timur. Kegiatan ini dilakukan di Rumah Makan Sari Idaman, Sabtu malam (6/4). Sekitar 300 an relawan Reliji menghadiri kegiatan ini. Bursa pun memberikan pengarahan dan pembekalan kepada seluruh relawan.

Bursah sedang memberikan pembekalan kepada relawan Reliji

Dia pun mengajarkan para relawan bagaimana caranya mengkampanyekan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf yang efektif, akurat dan tepat sasaran. Bursah berpendapat bahwa tidak sedikitnya masyarakat yang masih percaya fitnah yang disematkan kepada Jokowi. Seperti Jokowi dianggap anti Islam, mengkriminalisasi ulama, memberikan peluang atas kebangkitan PKI.

"Ini namanya door to door campaign. Karena kita ingin mengajak masyarakat secara langsung agar masyarakat peduli memilih pak Jokowi. Kita ingin mengajak masyarakat untuk memerangi hoaks, berita palsu atau fake news yang membuat pak Jokowi terkena fitnah. Fitnahnya banyak banget di media sosial," jelas Bursah.

Menurutnya, dalam melakukan kampanye door to door , relawan harus cekatan, seperti menggunakan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa brosur/liflet dan tabloid Tabayun. Leflet dan Tabloid tersebut berisi profile Jokowi, prestasi Jokowi dalam pembangunan, soal hubungan Jokowi dengan Islam dan pasangan Jokowi-Ma’ruf nasionalis dan religius.

"Kita juga akan membagikan tabloid Tabayun ini untuk membantah fitnah kepada pak Jokowi. Itu fitnah busuk. Pak Jokowi difitnah kriminalisasi ulama. Jadi ini Tabloid nanti dibawa oleh relawan," jelasnya.

Bursah juga mengajak relawan Reliji lebih giat lagi dalam mengembangkan budaya literasi. Karena literasi bangsa Indonesia saat ini sangat lemah sekali dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Menurutnya Indonesia saat ini berada pada urutan 60 seluruh dunia dalam tingkat literasi internasional.

"Rendah sekali. Lemah sekali. Dari 1000 orang hanya 1 orang yang membaca buku. Dan dari 1 orang yang membaca buku durasinya hanya 30 sampai 59 menit. Bayangkanlah bagaimanan mau jadi bangsa besar dan modern kalau anak-anak kita membaca bukunya terbatas sekali," ujarnya.

"Makanya mulai malam ini gelorakan membaca, setidak-tidaknya membaca liftlet atau brosur ini karena ini akan dibagikan kepada masyarakat," tegasnya.

Kuliah hanya bonusnya? Disini aja

Nama Penulis : Muhamad Wajih R
Gambar : Faktanews
Sumber : Faktanews

Reponsive Ads