Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Panas!, Pasca Pemilu Buku "Politik Hukum Islam" Dibedah

[Gambar diambil saat acara berlangsung] Warta24— Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia [DDII] melalui Madrasah Ghazwul Fikri menyeleng...

[Gambar diambil saat acara berlangsung]

Warta24—Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia [DDII] melalui Madrasah Ghazwul Fikri menyelenggarakan Halaqah ke-16 pada Kamis, [25/4] di Gedung Menara Da'wah, Jakarta.

Halaqah tersebut berbentuk bedah buku "Politik Hukum Islam" Karya Dr. Jeje Zaenuddin, M.Ag.

Acara Pra Ramadhan 1440 H ini juga menghadirkan Dr. Jeje Zaenuddin, M.Ag [Penulis Buku], Teten Tommy Qomaruddien, MA [Mudir Madrasah Ghazwul Fikri-Pusat kajian DDII], Prof. Dr. Hamdan Zoelva, M.H [Ketua Mahkamah Konstitusi 2013-2015], Drs. Syamsul Bahri, MH [Pusat Kajian DDII], dan Wildan Hasan, M.Pd. I [Miumi Bekasi].

Acara yang diselanggarakan pada pukul 13.00-15.15 WIB ini juga dihadiri dari berbagai instansi.




Diawal Ustadz Jeje selaku Penulis menyampaikan Politik itu tidak hanya kepada hukum, tapi juga kepada Pendidikan, Ekonomi dan seterusnya.

"Politik tidak hanya pada Hukum [Siyasah syariyah], tapi juga pada Politik pendidikan [Siyasah tarbiyah], Politik Ekonomi [Siyasah Iqtishodiyah], dan seterusnya" Kata Ustadz. Jeje 

Ustadz. Jeje juga sampaikan pentingnya tentang kesadaran hukum

"Bagusnya Kita sadar terhadap hukum lebih awal ketimbang hukum itu sendiri. Contoh pelajaran dari turunnya al quran di mekkah selama 13 tahun [Tidak ada ayat tentang hukum, tapi banyak menyampaikan tentang tauhid]. Ketika di madinah baru turun ayat tentang hukum" lanjutnya

Kemudian Ustadz. Jeje juga sampaikan tentang Pemilihan Khalifah saat khilafaurrasyidin

Saat ditanya Warta24 apa perbedaan buku sekarang [Politik Hukum Islam, 2019] dengan buku kemarin [Metode dan strategi penerapan syariat Islam di Indonesia, 2015]

"Saya menulis ini untuk membangun kesadaran politik Mayarakat, buku kemarin [2015] menjelaskan bukti  bahwasanya indonesia berhasil menjadi hukum Islam tetapi tidak menggunakan nama Islam" Jawabnya

Menariknya saat ada pembanding dari DDII, yaitu Ust. Syamsul 

"Ini Buku terbaik Ust. Jeje. Didalamnya ada tentang Islamisasi pemilu" Ujar Ustadz. Syamsul

Ustadz. Syamsul juga Kritisi pengantar dari Prof. Jimly. Katanya hal. 13 terkesan menyampaikan pluralisme dalam hukum. Kemudian Hal. 9 tersirat trilogi nilai. Nisbat agama dan negara. 

Narasi Hal. 14. Tidak perlu menyebutkan hukum Islam. Katanya seperti sebuah suntikan yang akan menghabiskan Islam itu sendiri. Teori hukum, Ambiguitas Hukum, berdiri di dua kaki.


Prof. Hamdan tidak hadir karna beberapa faktor

Hari gini masih pusing biaya kuliah mahal? Yu raih kesempatan beasiswa disini


Penulis : Fatih

Gambar : Fatih

Sumber : Fatih

Reponsive Ads