Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Mengisi Peluang Demokrasi Setelah Pemilu 2019 untuk Indonesia yang lebih baik

Jakarta adalah barometer kehidupan sosial, politik dan ekonomi Indonesia. Jadi semua warga Jakarta punya tanggung jawab moral yang sama...


Jakarta adalah barometer kehidupan sosial, politik dan ekonomi Indonesia. Jadi semua warga Jakarta punya tanggung jawab moral yang sama menjaga ketertiban kota. Untuk itu, terdapat benang merah ke arah ekskalasi Politik Nasional yang panas ini menjelang keputusan Pleno KPU pusat pada 22 Mei mendatang, khususnya pada isu perhitungan suara para Capres dan Cawapres.

Disaat banyak orang terjebak Blok A dan Blok B, maka dibutuhkan seseorang yang tampil sebagai katalisator untuk merekatkan dikotomi di antara kedua Blok tersebut. Polarisasi dua blok ini harus dihentikan sebelum di antara kita terjadi perang saudara. Hal ini perlu menjadi perhatian para elit bangsa agar republik selamat melewati masa ujiannya.

Menyikapi ekskalasi kondisi sosial politik nasional yang cenderung memanas pasca pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 khususnya pada konteks pemilihan calon Presiden, maka kami berinisiatif untuk mengatakan kegiatan konferensi pers sekaligus buka puasa bersama agar kontribusi kecil dapat meredam sebaran narasi bernuansa kebencian dan permusuhan sesama bangsa Indonesia.

Kegiatan ini diikuti oleh aktivis barisan santri, aktivis dan masyarakat (BASARMAS), Forum Aktivis Ibukota (FAKTA) dan Front Penyelamat Bangsa dan NKRI (FPB-NKRI) serta beberapa rekan dari Ormas dan BEM yang ikut hadir. 



Dalam kesempatan ini pula yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 111 dan seiring semangat di bulan suci Ramadhan dengan ini kami menyatakan beberapa hal diantaranya, 

1. Kami mengucapkan puji syukur kepada Tuhan YME, karena Pemilu yang dilaksanakan bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan calon anggota Legislatif (Pileg) telah dapat terlaksana sesuai Undang-undang.

2. Mengapresiasi kerja teman-teman Pelaksana Pemilu dari tingkat KPU pusat hingga KPPS.

3. Menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya para pelaksana Pemilu dalam tugas hingga mendapatkan gelar Pahlawan Demokrasi.

4. Mendukung sepenuhnya KPU dalam rekapitulasi dan keputusan KPU dalam menentukan hasil akhir Pemilu 2019.
5. Apabila ditemui adanya kecurangan dan atau kesalahan maka kami harapkan dituntaskan sesuai amanah Undang-undang.

6. Menolak segala bentuk ajakan baik People Power maupun gerakan kedaulatan rakyat.

7. Mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh segala bentuk ajakan dari siapapun yang inkonstitisional. Kami juga menghimbau masyarakat agar menjaga kondusifita lingkungan masing-masing agar tidak ikut aksi ke Jakarta pada 22 Mei 2019.

8. Mengajak kepada semua pihak agar menahan diri, agar semakin tidak memanaskan situasi nasional dengan mengedepankan persatuan Nasional Indonesia.

Demikian kami sampaikan pernyataan sikap ini sebagai bentuk keprihatinan yang sangat mendalam atas situasi dan kondisi sosial politik di tanah air.

Dengan melanjutkan kuliah disini masa depanmu akan secerah mentari

Nama Penulis : Muhamad Wajih R
Gambar : Yani Suryani
Sumber : Yani Suryani

Reponsive Ads