Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

Pandangan Islam Terhadap Wafatnya Isa Al-Masih [2]

[Ilustrasi] Warta24— Di dalam Islam, doktrin tentang dosa warisan tidak dikenal. Justru Islam mengajarkan bahwa setiap anak manusia l...

[Ilustrasi]

Warta24—Di dalam Islam, doktrin tentang dosa warisan tidak dikenal. Justru Islam mengajarkan bahwa setiap anak manusia lahir ke bumi dalam keadaan suci tanpa membawa dosa apapun dan dari siapa pun termasuk dari kedua orang tuanya sendiri dan apalagi dosa Nabi Adam dan Hawa. 

Hal ini sebagaimana ditegaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam haditsnya yang diriwayatkan dari Abi Hurairah RA :

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ 

Artinya : “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci).”

Bahwa Isa Al-Masih wafat merupakan dogma yang harus diyakini oleh para pemeluk Nasrani sebagaimana mereka harus meyakini bahwa setelah wafat kemudian hidup kembali pada hari ketiga, tepatnya pada hari Minggu, yang kemudian dikenal dengan Minggu Paskah atau Hari Kebangkitan Isa Al-Masih.

Pertanyaannya kemudian, bagaimanakah pandangan Islam yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadits tentang wafatnya Nabi Isa yang oleh orang-orang Nasrani diyakini hidup kembali? 

Para ahli tafsir bersepakat bahwa Nabi Isa 'alaihis salam tidak pernah disalib. Sebagaimana ditegaskan dalam Surat An-Nisa, ayat 157 tadi, orang yang meninggal dalam kayu Salib tersebut sebetulnya adalah seseorang yang oleh Allah subhanahu wata’ala diserupakan dengan Nabi Isa 'alaihis salam. 

Banyak pihak meyakini ia bernama Yudas Iskariot. Terkait dengan pertanyaan apakah Nabi Isa benar-benar telah wafat, mereka tidak bersepakat. 

Para ahli tafsir dalam Islam memang terbelah dua dalam menyikapi apakah Nabi Isa 'alaihis salam telah wafat atau masih hidup. Mereka memiliki argumentasi masing-masing yang pada intinya mereka berbeda dalam menafsirkan Surat Ali Imran ayat 55, Surat Al-Ma‘idah ayat 117 dan 144 serta Surat An-Nisa’ ayat 159. 

Perbedaan penafsiaran terjadi terutama dalam memaknai kata  مُتَوَفِّيكَ“mutawaffika” yang terdapat dalam Al-Qur‘an Surat Ali Imran, ayat 55 sebagai berikut:

إِذْ قالَ اللهُ يا عيسى‏ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَ رافِعُكَ إِلَيَّ وَ مُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذينَ كَفَرُوا

Artinya: “(Ingatlah) tatkala Allah berkata: Wahai lsa,sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau kepada-Ku, dan membersihkan engkau dari orang-orang yang kafir. ” 

Beberapa ahli tafsir meyakini bahwa  kata-kata مُتَوَفِّيكَ yang artinya “mewafatkan engkau” pada ayat di atas bermakna sesuai dengan arti leksikal atau makna dhahirnya, yakni “wafat” atau “mati”. 

Dengan pemahaman seperti itu mereka meyakini bahwa Nabi Isa 'alaihis salam benar-benar telah diwafatkan oleh Allah sebagaimana Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Para ahli tafsir yang memiliki pemahaman seperti ini antara lain adalah Buya Hamka, Syaikh Muhammad Abduh dan Sayyid Rasyid Ridha, Prof.Dr. Mahmud Syaltut, dan sebagainya. 

Selain itu, mereka dalam menafsirkan kata-kata وَ رَافِعُكَ yang artinya “Allah mengangkat engkau (Nabi Isa)” sebagaimana terdapat dalam Surat Ali Imran, ayat 55, bukan dalam arti bahwa Allah mengangkat ruh dan jasmani beliau ke langit, tetapi Allah mengangkat derajat Nabi Isa 'alaihis salam tinggi-tinggi sebagaimana Allah mengangkat derajat para nabi lainnya. 

Jadi yang diangkat oleh Allah menurut para ahli tafsir tersebut bukan fisik dan rohani Nabi Isa 'alaihis salam melainkan hanya derajatnya sehingga bersifat immaterial.

Demikian pula terkait dengan akan turunnya Nabi Isa 'alaihis salam ke bumi, mereka menafsirkan bahwa bukan jasad dan ruh Nabi Isa 'alaihis salam yang akan turun ke bumi, melainkan ajarannya yang asli yang penuh rahmat, cinta dan damai.

Ajaran itu mengambil maksud pokok dari syariat. (Lihat Syaikh Muhammad Abduh, Tafsir Al-Qur’an al-Hakim [Tafsir al-Mannar], Kairo, Dar al-Mannar, 1376 H, Juz 3,Cet. III, hal. 317).

Bersambung...

Hari gini masih pusing biaya kuliah mahal? Yu raih kesempatan beasiswa disini


Penulis: Fatih

Gambar : Massabil

Sumber : NU Online

Reponsive Ads